LINGGA | Go Indonesia.Id _Duka mendalam masih menyelimuti keluarga kecil di Dusun Sirih, Desa Kelumu, Kecamatan Lingga, Kabupaten Lingga. Mustaqim, bocah berusia 8 tahun yang masih duduk di bangku kelas 2 SD, harus menahan rasa sakit akibat luka bakar serius yang dialaminya sejak 27 Ramadan lalu setelah mengalami musibah kebakaran akibat lampu pelita di rumahnya.
Meski telah menjalani operasi dan perawatan intensif di Rumah Sakit Encik Maryam Lingga, kondisi Mustaqim belum sepenuhnya pulih. Hingga kini, ia masih belum bisa berjalan normal. Tim dokter pun menyarankan agar Mustaqim dirujuk ke rumah sakit di Batam guna mendapatkan penanganan lanjutan yang lebih optimal.
Namun, harapan itu terkendala persoalan biaya. Keluarga Mustaqim yang hidup dalam keterbatasan ekonomi mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan rujukan, pengobatan, serta biaya hidup selama mendampingi Mustaqim di Batam.
Ayah Mustaqim diketahui bekerja sebagai buruh harian lepas, sementara ibunya harus merawat Mustaqim dan dua adiknya di rumah.
βKami sudah pasrah kepada Allah. Biaya rujukan, obat, dan hidup di Batam itu cukup besar. Kami tak sanggup kalau sendiri,β ujar Sukma, kakak kandung Mustaqim, dengan suara bergetar.
Wali kelas Mustaqim, Uspilina, juga membenarkan kondisi muridnya tersebut. Ia mengaku sedih melihat Mustaqim yang dikenal sebagai anak pendiam dan rajin kini hanya bisa terbaring lemah.
βMustaqim anaknya pendiam dan rajin. Sekarang dia cuma bisa berbaring, kasihan sekali. Kami guru-guru juga patungan seadanya,β tuturnya.
Melihat kondisi itu, keluarga berharap adanya bantuan dari masyarakat Lingga maupun para dermawan di mana pun berada untuk meringankan beban pengobatan Mustaqim.
Bantuan dapat disalurkan langsung ke alamat keluarga di Dusun Sirih RT 002 RW 002, Desa Kelumu, Kecamatan Lingga, Kabupaten Lingga.
Untuk konfirmasi donasi dapat menghubungi:
Sukma (Kakak Kandung): 0823-1799-7368
Uspilina: 0813-6458-4104
Donasi juga dapat dititipkan melalui Rumah Sakit Encik Maryam Lingga atau Pemerintah Desa Kelumu.
βSetiap rupiah dan doa dari bapak ibu sangat berarti untuk Mustaqim. Semoga menjadi amal jariyah dan Mustaqim bisa sekolah kembali serta bermain bersama teman-temannya,β harap Sukma.
Reporter: Edy






