Prof. Dr. Sutan Nasomal Desak Hukuman Mati bagi Oknum Tokoh Agama Pelaku Pelecehan Seksual

IMG 20260510 WA0013

JAKARTA | Go Indonesia.Id – Gelombang kasus dugaan pelecehan seksual yang menyeret sejumlah oknum tokoh agama dan pendidik kembali memicu kemarahan publik. Menanggapi hal tersebut, Prof. Dr. Sutan Nasomal, SH. MH, meminta negara bertindak tegas dengan memberikan hukuman maksimal kepada pelaku, termasuk hukuman mati bagi oknum pendidik agama yang terbukti melakukan kejahatan seksual terhadap anak didik.

Pernyataan keras itu disampaikan Prof. Dr. Sutan Nasomal, SH. MH, saat menjawab pertanyaan sejumlah pimpinan redaksi media cetak dan online di Markas Pusat Partai Koalisi Rakyat Indonesia, kawasan Cijantung, Jakarta, Sabtu (10/5/2026).

Bacaan Lainnya

Advertisement

β€œPelaku amoral khususnya yang mengaku tokoh agama, guru, dosen, ustaz, maupun tokoh pendidikan harus dihukum sangat berat. Kalau perlu hukum mati agar ada efek jera bagi oknum-oknum lain yang berniat melakukan tindakan serupa,” tegas Prof. Dr. Sutan Nasomal, SH. MH.

Pakar Hukum Internasional yang juga Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia (Association of Young Indonesian Advocates) itu menilai kasus pelecehan seksual yang dilakukan figur berlabel agama dan pendidikan telah menghancurkan kepercayaan masyarakat.

Menurutnya, lembaga pendidikan berbasis agama seharusnya menjadi tempat pembinaan moral dan perlindungan generasi muda, bukan malah tercoreng akibat ulah oknum predator seksual.

β€œLabel tokoh agama dan pendidik di Indonesia sangat dihormati masyarakat. Ketika justru melakukan tindakan bejat, dampaknya sangat besar terhadap psikologis korban dan kepercayaan publik,” ujarnya.

Prof. Dr. Sutan Nasomal juga menyoroti sejumlah kasus dugaan pencabulan terhadap santriwati dan santri di beberapa daerah yang belakangan viral di media sosial. Ia meminta aparat penegak hukum tidak ragu menjatuhkan hukuman berat kepada pelaku.

β€œKasus pencabulan terhadap puluhan santriwati di Pati harus diproses tegas. Begitu juga kasus pelecehan terhadap 17 santri di Ciawi, Bogor. Pelaku harus dihukum berat karena telah merusak masa depan anak-anak bangsa,” katanya.

Ia menilai lemahnya pengawasan di sejumlah lembaga pendidikan tertutup menjadi salah satu penyebab kasus serupa terus berulang. Karena itu, evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan pondok pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan dinilai mendesak dilakukan.

Kasus demi kasus yang mencuat juga memicu trauma di tengah masyarakat. Banyak orang tua mulai khawatir menitipkan anak-anak mereka di lembaga pendidikan berbasis agama akibat ulah segelintir oknum.

Meski demikian, Prof. Dr. Sutan Nasomal mengingatkan masyarakat agar tidak menggeneralisasi seluruh tokoh agama. Menurutnya, masih banyak ulama, ustaz, dan pengasuh pesantren yang tulus mengabdi serta menjaga amanah pendidikan dengan baik.

β€œAgama tidak pernah mengajarkan kejahatan. Yang merusak adalah oknum pelakunya,” ujarnya.

Ia menegaskan, keberanian korban dan keluarga melapor harus mendapat dukungan penuh agar praktik kejahatan seksual terhadap anak tidak terus berulang.
β€œMasyarakat harus berani bersuara. Anak-anak harus dilindungi dan pelaku wajib diproses tanpa pandang jabatan maupun status sosial,” tutupnya.

Narasumber: Prof. Dr. Sutan Nasomal, SH. MH.

REDAKSI


Advertisement

Pos terkait