Reporter : Edwin
BATANG HARI | Go Indonesia.id – Dugaan praktik mafia “kencingan” bahan bakar minyak (BBM) subsidi di Kabupaten Batanghari kembali memicu insiden berdarah. Seorang anggota Polsek Bathin XXIV dikabarkan menjadi korban pembacokan saat melakukan penggerebekan terhadap aktivitas ilegal yang diduga melibatkan armada merah putih milik PT Pertamina Patra Niaga di kawasan Muara Jangga, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi, Senin (18/5/2026).
Peristiwa itu terjadi ketika aparat kepolisian bergerak menindak dugaan praktik pengurangan isi BBM subsidi dari mobil tangki yang seharusnya disalurkan ke SPBU. Modus yang dikenal dengan istilah “kencingan” tersebut diduga dilakukan secara terorganisir demi meraup keuntungan besar dari distribusi minyak subsidi negara.
Namun saat penggerebekan berlangsung di sebuah rumah makan di kawasan Muara Jangga, situasi mendadak ricuh. Salah satu anggota Polsek Bathin XXIV dibacok oleh pelaku yang diduga merupakan penadah BBM subsidi ilegal.
Meski mendapat perlawanan, aparat tetap bergerak cepat dan berhasil mengamankan seorang pria berinisial RS bersama sopir armada PT Pertamina Patra Niaga bernama Wandi KD Silaban (AMT). Keduanya langsung dibawa ke Polres Batanghari guna menjalani pemeriksaan intensif.
Dalam operasi tersebut, polisi turut mengamankan satu unit armada merah putih milik PT Pertamina Patra Niaga bernomor polisi B 9445 SFV dengan nomor lambung 065 yang diduga digunakan dalam praktik penyelewengan BBM subsidi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, usai penangkapan kedua pelaku, anggota Polsek Bathin XXIV langsung bergerak menuju rumah seorang pria bernama Joni yang diduga sebagai pengendali atau bos dalam aktivitas ilegal tersebut.
Namun saat dilakukan pengejaran, yang bersangkutan tidak ditemukan dan diduga telah melarikan diri sebelum aparat tiba di lokasi.
Kasus ini langsung menyita perhatian publik. Dugaan keterlibatan jaringan penadah hingga penggunaan armada resmi pengangkut BBM subsidi memunculkan pertanyaan serius terkait lemahnya pengawasan distribusi BBM bersubsidi di wilayah Jambi.
Praktik “kencingan” BBM selama ini disebut menjadi salah satu modus ilegal yang merugikan negara dan masyarakat. BBM subsidi yang seharusnya dinikmati rakyat justru diduga disedot di tengah perjalanan untuk kemudian dijual kembali kepada pihak tertentu dengan harga lebih tinggi.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Polres Batanghari belum memberikan keterangan resmi terkait kronologi lengkap kejadian, kondisi anggota polisi yang menjadi korban pembacokan, maupun kemungkinan adanya aktor lain di balik praktik ilegal tersebut.
Sementara itu, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Kasat Reskrim Polres Batanghari belum memberikan tanggapan kepada wartawan.
REDAKSI





