MAYBRAT | Go Indonesia.Id β Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB mengklaim tiga warga sipil mengalami luka tembak dan berada dalam kondisi kritis dalam sebuah insiden yang disebut terjadi saat operasi militer di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, Kamis (13/8/2026) sekitar pukul 18.30 WIT.
Klaim tersebut disampaikan melalui Siaran Pers Ke-II Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB pada Jumat (14/8/2026), yang ditandatangani juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom.
Menurut laporan yang diterima PIS TPNPB, insiden disebut terjadi di sekitar Kampung Aifam, Kampung Ainot, dan wilayah Distrik Aifat Timur Tengah, Kabupaten Maybrat. Tiga warga yang disebut menjadi korban masing-masing Silvester Asem, Anike Fatie, dan Selviana Sory.
Dalam keterangan tersebut, Silvester Asem disebut mengalami luka tembak pada bagian paha hingga tembus. Sementara Anike Fatie disebut mengalami luka tembak pada bagian bahu hingga menembus telinga. Adapun Selviana Sory dilaporkan mengalami luka tembak pada bagian betis hingga tembus.
TPNPB juga menyebut tiga ekor anjing milik warga turut ditembak mati dalam insiden yang sama.
Kronologi Versi TPNPB
Berdasarkan keterangan yang disampaikan TPNPB, ketiga warga sebelumnya berangkat dari rumah mereka di Kampung Aifam menuju kebun milik Anike Fatie di sekitar Muara Aifat.
Anike disebut sedang membakar keladi sebelum berencana mandi di sekitar kebun. Sementara Silvester Asem dan Selviana Sory berada di sebuah pondok.
Dalam situasi tersebut, menurut laporan TPNPB, terdengar suara tembakan berulang kali. Anike yang sedang berjalan menuju Muara Aifat bersama tiga ekor anjing awalnya disebut mengira suara tersebut merupakan bunyi petasan.
Namun, ia kemudian disebut menemukan ketiga anjingnya telah ditembak mati. Saat berusaha mendekati anjing tersebut, Anike diklaim terkena tembakan dari arah belakang.
Sementara itu, Silvester Asem disebut keluar dari pondok karena ketakutan setelah mendengar suara tembakan dan kemudian mengalami luka tembak. Selviana Sory yang berada di dalam pondok juga disebut mengalami penembakan.
TPNPB menyatakan ketiga korban dalam kondisi kritis akibat luka yang dialami.
Dalam siaran pers tersebut, TPNPB menuding operasi tersebut dilakukan aparat militer Indonesia dari satuan TNI Angkatan Laut yang disebut menempati Pos Sory di Kampung Aifam, Distrik Aifat Timur Tengah.
Namun, seluruh tudingan dan kronologi tersebut merupakan klaim sepihak dari Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB dan belum disertai keterangan atau verifikasi independen dari pihak TNI maupun aparat keamanan terkait.
TPNPB Desak Investigasi
Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB menilai insiden tersebut harus diselidiki karena menyangkut keselamatan warga sipil. Mereka meminta pemerintah memastikan operasi keamanan tetap menghormati hukum humaniter internasional dan melindungi masyarakat yang berada di wilayah konflik.
TPNPB juga meminta Presiden Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, serta Panglima TNI Agus Subiyanto memberikan perhatian terhadap dugaan penembakan warga sipil tersebut.
Selain itu, TPNPB mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) membentuk tim investigasi untuk menyelidiki dugaan pelanggaran hukum humaniter dan hak asasi manusia dalam konflik bersenjata di Tanah Papua.
Dalam pernyataannya, TPNPB juga menyebut adanya warga sipil yang mengungsi akibat konflik bersenjata di sejumlah wilayah Papua dan meminta persoalan kemanusiaan tersebut mendapatkan perhatian internasional.
Siaran pers tersebut mencantumkan Jenderal Goliath Tabuni sebagai Panglima Tinggi TPNPB-OPM, Letnan Jenderal Melkisedek Awom sebagai Wakil Panglima, Mayor Jenderal Terianus Satto sebagai Kepala Staf Umum, serta Mayor Jenderal Lekagak Telenggen sebagai Komandan Operasi Umum TPNPB-OPM.
Agustinus / Jurnalis Go Indonesia
Sumber / Juru bicara TPNPB -OPM Sebby Sambom






