TANJUNGPINANG | Go Indonesia.Id- Meningkatkan kompetensi aparatur sipil negara (ASN) adalah salah satu tugas pemerintah daerah. Karena itu untuk meningkatkan kompetensi para pejabat pengawas di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepri, BPSDM Provinsi Kepri menggelar Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan XIII.
βPeserta PKP 44 orang. Sebanyak 31 orang dari Pemprov Kepri, 10 pengawas dari Pemko Tanjungpinang, satu dari Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belakang Padang dan dua orang dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Tanjungpinang,β ujar Any Lindawati, Kepala BPSDM Provinsi Kepri pada Pembukaan PKP Angkatan XIII di Aula Wan Seri Beni, Senin (24/8).
Pelatihan tersebut digelar dengan metode pembelajaran blanded terbatas, dengan klasikal dan non klasikal. Untuk non klasikal, dilaksanakan dengan menggunakan aplikasi Ligat Kepri yang dikembangkan oleh BPSDM Provinsi Kepri dan juga melalui Zoom Meeting.
Untuk klasikal, dilaksanakan saat pembukaan dan juga saat seminar aksi perubahan pada akhir November mendatang, di BPMP (Balai Penjaminan Mutu Pendidikan) Provinsi Kepulauan Riau, Ceruk Ijuk.
Para peserta PKP Angkatan XIII ini akan mengikuti pembelajaran sebanyak lebih dari 900 jam pelajaran (JP). βSetara dengan 104 hari,β tambah Any. Peserta dinyatakan lulus, apabila mendapat nilai minimal 7,1.
Karena itu, Any berharap para peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh. Hal tersebut juga disampaikan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kepri, Misni saat membuka pelatihan.
Misni juga mengapresiasi BPSDM Provinsi Kepri yang telah berhasil meningkatkan akreditasi program PKA (Pelatihan Kepemimpinan Administrator) dan PKP (Pelatihan Kepemimpinan Pengawas) dari C menjadi .
βIni semua kolaborasi dari semua, juga kabupaten dan kota. Walaupun BPSDM belum membentuk UPT, tapi sudah mendapat apresiasi,β tambah Misni.
PKP Angkatan XIII ini digelar pada 20 Juli hingga 27 November mendatang. Para peserta setiap hari diberi materi pelatihan dan juga mengumpulkan tugas melalui Ligat Kepri.
Para peserta mengakui PKP Angkatan XIII ini terasa intens. βPagi materi, malam sudah mengumpulkan tugas. Seringnya satu materi, ada dua tugas yang harus diselesaikan,β ujar Novyana dari Dinas Pendidikan Kepri.
Namun peserta juga merasa beruntung bisa ikut serta pada PKP Angkatan XIII ini. βSaya sudah menungggu lama untuk ikut. Tapi di OPD yang lama saya tidak bisa karena tuntutan tugas. Alhamdulillah sekarang dapat panggilan,β ujar Fajar Fauzi dari Dinas Pendidikan Kepri.
Para peserta juga jadi dapat mengenal sesama pejabat pengawas dari OPD lain, bahkan dari instansi lain di luar Pemprov Kepri.
Rencana Aksi Perubahan Jadi Inovasi Daerah
Selain menerima materi pembelajaran dan mengumpulkan tugas, para peserta PKP Angkatan XIII juga diwajibkan melakukan aksi perubahan pelayanan publik. Di mana setiap peserta memetakan permasalahan pelayanan publik di OPD masing-masing.
Peserta kemudian memilih satu permasalahan untuk dicarikan solusi dan diselesaikan melalui aksi perubahan. βNanti aksi perubahan ini akan didaftarkan sebagai Inovasi Daerah,β Donie Tuah Fitriano Putra, S.IP., M.I.POL, Widyaiswara Ahli Muda BPSDM Provinsi Kepri.
Sebelumnya sudah didaftarkan sekitar 200 inovasi dari hasil PKA dan PKP angkatan sebelumnya.
Edy/ Jurnalis Go Indonesia







