SEBONG PEREH | Go Indonesia.id β Suasana pantai Wan Sri Beni di Desa Sebong Pereh tampak ramai pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Ratusan warga dan pengunjung memadati area pantai untuk menyaksikan gelaran Festival Jong Pantai Wan Sri Beni. Acara budaya khas Melayu ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bintan, Roni Kartika, serta sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat lainnya.
Hadir dalam kesempatan tersebut PLT Camat Sebong, Nuraini, S.Sos., perwakilan Polsek Bintan Utara,tokoh masyarakat Melayu Husrin Hood, serta Kepala Desa Sebong Pereh, Bahari. Kedatangan Sekda Roni Kartika disambut hangat dengan tarian tradisional Sekapur Sirih yang diperagakan oleh siswa-siswi SDN 002 Sebong Pereh, menandakan rasa hormat dan kearifan lokal yang masih kental di wilayah tersebut.
Festival Jong tahun ini diikuti oleh hampir 500 peserta dari berbagai kalangan. Dalam sambutannya, Kepala Desa Sebong Pereh, Bahari, menyampaikan bahwa dana pelaksanaan festival ini sepenuhnya bersumber dari Dana Desa, sesuai dengan prinsip “dari desa, untuk desa”.
“Kami berharap Festival Jong ini ke depannya terus dilestarikan karena ini merupakan salah satu warisan budaya Melayu yang harus kita jaga bersama,” ujar Bahari.
Sementara itu, Sekda Kabupaten Bintan, Roni Kartika, memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya acara tersebut. Ia menegaskan pentingnya menjaga identitas budaya agar dapat diwariskan kepada generasi mendatang.
“Pemerintah sangat mendukung terlaksananya Festival Jong ini. Mari kita pastikan budaya Melayu ini tetap hidup dan bisa dinikmati oleh anak cucu kita kelak,” pesan Roni Kartika.
Selain fokus pada aspek budaya, Sekda juga menyoroti potensi ekonomi kreatif yang muncul dari acara ini. Ia merespons positif kehadiran para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang turut memeriahkan festival. Menurutnya, momentum seperti ini dapat menjadi ajang promosi produk lokal yang berdampak pada pembangunan daerah, tidak hanya di tingkat desa, tetapi hingga skala kabupaten.
Di tengah kemeriahan acara, Sekda juga mengajak seluruh masyarakat untuk tetap waspada terhadap bahaya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). “Mari kita jaga kehutanan kita. Jangan sampai ada kebakaran hutan ke depannya, demi keberlanjutan lingkungan dan kenyamanan bersama,” tambahnya.
Antusiasme masyarakat Sebong Pereh terlihat jelas sepanjang acara berlangsung. Festival Jong Pantai Wan Sri Beni berhasil menjadi wadah silaturahmi, pelestarian budaya, serta pemberdayaan ekonomi lokal yang mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah.
Suprin/Jurnalis Go Indonesia







