TUBAN | Go Indonesia.id — Badan Pengurus IPSPJ (Ikatan Pelajar Se-Papua Jawa Timur) menggelar diskusi bersama anggota IPSPJ pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Kegiatan tersebut membahas berbagai hal terkait organisasi, termasuk berakhirnya masa jabatan kepengurusan periode 2024–2026 serta persiapan pemilihan atau pergantian ketua dan kepengurusan yang baru.
Diskusi tersebut dipimpin oleh Agustinus Selegani selaku Ketua IPSPJ. Dalam pertemuan bersama anggota, dibahas pentingnya keberlanjutan organisasi serta keterlibatan seluruh anggota dalam menentukan arah kepengurusan IPSPJ ke depan.
Agustinus Selegani menyampaikan bahwa masa jabatan kepengurusan periode 2024–2026 telah berakhir. Oleh karena itu, diperlukan proses pemilihan kembali untuk menentukan kepemimpinan dan kepengurusan baru yang dapat melanjutkan program serta menjaga keberlangsungan organisasi.
Menurutnya, proses pergantian kepengurusan merupakan bagian dari dinamika organisasi dan harus dilaksanakan dengan baik, terbuka, serta mengutamakan kebersamaan seluruh anggota IPSPJ.
Dalam diskusi tersebut, Agustinus juga berpesan kepada seluruh anggota IPSPJ agar tetap menjaga diri, menjaga nama baik organisasi, serta membangun hubungan yang baik antara sesama pelajar dan mahasiswa Papua yang berada di Jawa Timur.
Ia juga mengimbau agar seluruh anggota dapat terus berpartisipasi dalam setiap kegiatan organisasi. Partisipasi anggota dinilai sangat penting karena IPSPJ merupakan wadah bersama bagi pelajar asal Papua yang berada di wilayah Jawa Timur.
“Saya berpesan kepada seluruh anggota IPSPJ agar menjaga diri baik-baik, menjaga nama baik organisasi, dan tetap berpartisipasi dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan bersama. Organisasi ini adalah milik kita bersama, sehingga setiap anggota memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan membangunnya,” ujar Agustinus.
Diskusi tersebut juga menjadi ruang bagi anggota untuk menyampaikan pandangan, masukan, dan harapan mengenai kepengurusan IPSPJ ke depan. Dengan adanya komunikasi bersama, diharapkan proses pergantian kepengurusan dapat berjalan secara tertib dan tetap menjaga persatuan di antara seluruh anggota.
Badan Pengurus IPSPJ mengharapkan proses pemilihan ketua dan kepengurusan baru nantinya dapat menghasilkan pemimpin yang mampu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab serta memperhatikan kepentingan seluruh anggota.
Kepengurusan baru juga diharapkan dapat melanjutkan kegiatan-kegiatan positif yang selama ini telah berjalan dan membuka ruang yang lebih luas bagi anggota untuk mengembangkan diri, membangun jaringan, serta meningkatkan kebersamaan.
Agustinus Selegani menegaskan bahwa perbedaan pendapat dalam organisasi merupakan hal yang wajar. Namun, perbedaan tersebut diharapkan tidak menjadi alasan untuk memecah persatuan. Sebaliknya, setiap perbedaan pandangan hendaknya dibicarakan melalui musyawarah dan komunikasi yang baik.
Ia juga mengajak seluruh anggota IPSPJ untuk tetap menjaga kekompakan dan saling mendukung selama proses pergantian kepengurusan berlangsung.
“Mari kita jaga kebersamaan, kekompakan, dan nama baik IPSPJ. Siapa pun yang nantinya dipercaya menjadi ketua dan pengurus baru, kita harus tetap saling mendukung demi kemajuan bersama,” pesannya.
Kegiatan diskusi tersebut berlangsung dalam suasana kebersamaan. Pertemuan menjadi salah satu langkah awal dalam mempersiapkan proses pergantian kepengurusan IPSPJ setelah berakhirnya masa jabatan periode 2024–2026.
Diskusi Agustinus Selegani bersama anggota IPSPJ dilaksanakan di Kost 57, Jalan Taruna, wilayah Tuban, Jawa Timur.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan seluruh anggota IPSPJ dapat memahami pentingnya regenerasi dalam organisasi serta ikut mengambil bagian dalam menentukan masa depan organisasi.
IPSPJ diharapkan terus menjadi wadah yang mempererat persaudaraan pelajar dan mahasiswa Papua di Jawa Timur, membangun kebersamaan, serta mendorong anggota untuk terus belajar, berkarya, dan berpartisipasi secara positif di lingkungan pendidikan maupun masyarakat.
Agustinus Selegani
Ketua IPSPJ / Jurnalis-KAPERWIL
Media Go Indonesia.id
Wilayah Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua Tengah



