Kampung Nelayan Mulai Dibangun, Desa Mampok Gelar Tepuk Tepung Tawar

IMG 20260926 WA0451

ANAMBAS | Go Indonesia.id _Tradisi Tepuk Tepung Tawar digelar sebagai bentuk syukur atas dimulainya pembangunan Program Kampung Nelayan di Desa Mampok, Kecamatan Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas.
‎
‎Kegiatan tersebut berlangsung di lokasi pembangunan Kampung Nelayan yang berada di Air Atap, RT 06/RW 02, Dusun II, Desa Mampok, pada Sabtu (26/9/2026).
‎
‎Mewakili Pemerintah Desa Mampok, Kepala Desa Mampok, Darmawizar, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan, Dinas Perikanan, Pertanian dan Pangan (DPPP) Kabupaten Kepulauan Anambas,Gubernur Kepri, Bupati Kepulauan Anmbas, serta Camat Jemaja yang telah memberikan dukungan terhadap pembangunan Program Kampung Nelayan di Desa Mampok.
‎
‎“Terima kasih kepada Pemerintah Pusat, dalam hal ini Kementerian Kelautan dan Perikanan, Dinas DPPP Kabupaten Kepulauan Anambas, serta Camat Jemaja yang telah mendukung penuh pembangunan Program Kampung Nelayan di Desa Mampok,” ujar Darmawizar.
‎
‎Selain itu, Darmawizar juga menyampaikan apresiasi kepada Bhabinkamtibmas, kontraktor, konsultan pengawas, serta seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan Tepuk Tepung Tawar sekaligus mendukung pelaksanaan pembangunan Kampung Nelayan di Desa Mampok.
‎
‎Menurut Darmawizar, tradisi Tepuk Tepung Tawar merupakan bagian dari budaya masyarakat Desa Mampok yang telah dilakukan secara turun-temurun, khususnya ketika terdapat kegiatan pembangunan di wilayah desa.
‎
‎Dengan dilaksanakannya tradisi Tepuk Tepung Tawar, masyarakat setempat meyakini doa yang dipanjatkan menjadi bentuk ikhtiar dan ungkapan syukur agar seluruh proses pembangunan berjalan lancar serta memberikan keselamatan bagi para pekerja, mulai dari awal hingga pekerjaan selesai.
‎
‎“Tradisi Tepuk Tepung Tawar ini sudah menjadi tradisi turun-temurun di Desa Mampok setiap ada kegiatan pembangunan. Ini merupakan bentuk rasa syukur saya selaku kepala desa bersama seluruh masyarakat atas pembangunan yang masuk ke Desa Mampok,” katanya.
‎
‎Ia menjelaskan, pembangunan Kampung Nelayan tersebut merupakan program yang diperjuangkan melalui proses pengusulan hingga akhirnya dapat direalisasikan di Desa Mampok.
‎
‎“Program ini kita dapatkan dengan susah payah melalui usulan. Alhamdulillah, sekarang kita sudah melaksanakan Tepuk Tepung Tawar sebagai tanda dimulainya pembangunan,” ungkapnya.
‎
‎Darmawizar berharap pelaksanaan pembangunan Kampung Nelayan dapat berjalan dengan baik dan diselesaikan sesuai waktu yang telah ditentukan.
‎
‎Ia juga berharap keberadaan Kampung Nelayan nantinya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung peningkatan kehidupan dan perekonomian warga Desa Mampok.
‎
‎“Harapan kami, pekerjaan pembangunan Kampung Nelayan ini dapat selesai tepat waktu. Dengan hadirnya Kampung Nelayan di Desa Mampok, mudah-mudahan dapat membawa masyarakat menuju kehidupan yang lebih maju dan berkembang,” pungkasnya.

Bambang/ Jurnalis Go Indonesia


Advertisement

Pos terkait