PEMATANGSIANTAR | Go Indonesia.id — Foto dan informasi mengenai seorang siswi SMP Negeri 12 Pematangsiantar yang terlihat mengalami luka lebam pada bagian wajah menjadi perhatian di media sosial.
Peristiwa tersebut kemudian dinarasikan sebagai dugaan aksi perundungan (bullying) dan pengeroyokan,(27/9/26)
Namun, Kepala Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar, Syaiful Rizal, SSTP, memberikan klarifikasi terkait informasi yang beredar. Berdasarkan informasi yang diterima pihaknya, peristiwa tersebut tidak menunjukkan adanya pengeroyokan.
Syaiful menjelaskan, kejadian bermula dari aksi saling ejek mengenai nama orang tua antara dua siswi. Perselisihan tersebut kemudian berlanjut hingga terjadi perkelahian di ruang kelas IX SMP Negeri 12 Pematangsiantar.
Menurut Syaiful, pihak sekolah telah mengambil langkah dengan melakukan mediasi terhadap kedua siswi yang terlibat. Pihak sekolah juga telah mendatangi keluarga masing-masing siswi untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
“Kedua siswi masih merupakan teman satu kelas,” ujar Syaiful, sebagaimana disampaikan dalam keterangannya.
Ia mengatakan, proses perdamaian antara kedua pihak telah dilakukan. Peristiwa tersebut kemudian disepakati sebagai persoalan kenakalan remaja yang perlu mendapatkan pembinaan dari pihak sekolah maupun keluarga.
Syaiful menekankan pentingnya pembinaan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di lingkungan sekolah.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa informasi yang beredar di media sosial perlu dilihat secara utuh. Narasi yang muncul di ruang publik sebaiknya dikonfirmasi dengan pihak-pihak yang terlibat agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat tidak menimbulkan kesimpulan yang keliru.
Hingga saat ini, pihak terkait telah menempuh langkah mediasi dan perdamaian terhadap kedua siswi yang terlibat.
Hendri | Go Indonesia.id


