Investasi : M. Juti
MERANGIN | Go Indonesia.Id – Pembangunan dan penanganan infrastruktur jalan menuju kawasan Jangkat, Kabupaten Merangin, menjadi sorotan. Salah satu proyek yang disebut menjadi prioritas pemerintah memiliki nilai anggaran sekitar Rp30 miliar dan bersumber dari anggaran Kementerian PUPR melalui usulan Pemerintah Provinsi Jambi.
Kepala Dinas PUPR Provinsi Jambi, Muzakir, S.Pd., M.Si., saat diwawancarai wartawan pada Jumat (2/10/2026), menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur di wilayah Jangkat dan sekitarnya menjadi salah satu perhatian pemerintah.
Menurut Muzakir, salah satu pekerjaan utama adalah pembangunan ruas jalan Muarasiau–Dusun Tuo, dengan nilai anggaran mencapai sekitar Rp30 miliar.
Muzakir menyebut pekerjaan tersebut telah melalui proses tender sejak 2025 dan pelaksana kegiatan disebut H. Andi. Namun, sejumlah informasi terkait detail kontrak, titik pekerjaan, volume pekerjaan, serta identitas badan usaha pelaksana masih perlu dibuka secara terang kepada publik.
Selain dukungan anggaran dari pemerintah pusat, Pemprov Jambi pada 2026 juga mengalokasikan anggaran untuk pemeliharaan ruas Pulau Rengas–Muarasiau sebagai bagian dari upaya mempertahankan kondisi jalan agar tetap fungsional dan layak dilalui.
Tidak berhenti di situ, melalui APBD Provinsi Jambi 2026, pemerintah juga menganggarkan penanganan sejumlah ruas jalan lainnya di Kabupaten Merangin.
Diantaranya ruas Dusun Tuo, Kecamatan Lembah Masurai menuju Muara Manderas, serta ruas Tanjung Dalam, Kecamatan Lembah Masurai–Koto Tapus–Jangkat Timur.
Namun, besarnya anggaran yang dikucurkan untuk pembangunan infrastruktur tersebut justru menuntut transparansi dan pengawasan yang lebih ketat.
Pasalnya, masyarakat berhak mengetahui secara jelas berapa nilai kontrak, siapa pelaksana pekerjaan, konsultan pengawas, sumber anggaran, masa pelaksanaan, volume pekerjaan, serta spesifikasi teknis proyek yang menggunakan uang negara tersebut.
Persoalan transparansi juga menjadi perhatian. Dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi pemerintah, informasi mengenai kegiatan proyek pada prinsipnya harus dapat diketahui masyarakat sebagai bagian dari keterbukaan penggunaan anggaran negara.
Hingga berita ini diterbitkan, informasi mengenai papan proyek atau penjelasan resmi terkait identitas pekerjaan, nilai kontrak, sumber dana, pelaksana dan konsultan pengawas pada pekerjaan ruas Muarasiau – Dusun Tuo maupun Dusun Tuo – Muara Manderas masih perlu dipastikan di lapangan.
Sorotan masyarakat juga tidak hanya menyangkut nilai anggaran, tetapi juga kualitas pekerjaan. Infrastruktur dengan anggaran puluhan miliar semestinya menghasilkan jalan yang sesuai kontrak dan spesifikasi teknis, bukan pekerjaan yang kemudian kembali menjadi persoalan masyarakat.
Karena itu, pengawasan terhadap pekerjaan tersebut menjadi penting, terutama untuk memastikan setiap rupiah anggaran benar-benar digunakan sesuai peruntukan dan hasil pembangunan dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
Redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi lebih lanjut kepada pihak pelaksana kegiatan, konsultan pengawas, serta instansi terkait mengenai status kontrak, sumber anggaran, nilai pekerjaan, progres pelaksanaan, dan spesifikasi teknis proyek.
Apabila ditemukan adanya ketidaksesuaian antara pekerjaan di lapangan dengan kontrak maupun spesifikasi teknis, pihak berwenang dapat melakukan pemeriksaan sesuai ketentuan yang berlaku.
Redaksi masih membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi Kepala Dinas PUPR Provinsi Jambi atau Kontraktor proyek ini, maupun pihak lain yang merasa berkepentingan dengan pemberitaan ini.
REDAKSI







