Banyuwangi memegang Kendali Laut ,KKPFL Resmi Diperkenalkan _Suryono Bintang Samudera

IMG 20260925 WA0443

BANYUWANGI | Go Indonesia.Id — Babak baru kemaritiman Banyuwangi resmi dimulai! Sosialisasi sekaligus Gerakan Pelayanan Kawasan Pesisir, Pulau-Pulau Kecil, dan Kelautan (KKPFL) digelar di Aula Dinas Perikanan Kabupaten Banyuwangi, Kamis 24 September 2026. Kegiatan yang berlangsung pukul 08.30 hingga selesai ini menjadi bukti nyata: kewenangan mengelola laut kini berpindah ke tangan Banyuwangi sendiri!

Dihadiri langsung Santoso Budi Widiarto (Kepala Loka Penataan Ruang Laut Serang), Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur, DPMTSP Banyuwangi, serta ratusan wakil masyarakat pesisir, acara ini bukan sekadar penyampaian informasi — melainkan penyerahan kunci kedaulatan laut Banyuwangi!

Bacaan Lainnya

Advertisement

📋 LANGKAH DEMI LANGKAH: MEMBUKA JALAN KE KEMAKMURAN BERSAMA

Rangkaian kegiatan berjalan tertib dan padat makna:

– Pembukaan & Pengukuhan Komitmen — menyatukan tekad seluruh pemangku kepentingan
​
– Pemaparan Rencana Tata Ruang Pesisir-Laut — memetakan potensi sekaligus melindungi hak rakyat
​
– Mekanisme & Proses Bisnis KKPFL — mengupas transparansi perizinan dan pelayanan
​
– Diskusi Terbuka — aspirasi langsung dari nelayan, pembudidaya, dan warga pesisir
​
– Gerai Pelayanan Langsung — pengajuan permohonan dapat diproses di tempat!

🗣️ PERNYATAAN KEPALA DINAS PERIKANAN KABUPATEN BANYUWANGI

SURYONO BINTANG SAMUDERA, S.P., M.Si.

“Hadirin sekalian, hari ini adalah hari bersejarah! Selama ini kita mendengar, menunggu, dan berharap — hari ini, kita memegang kendalinya sendiri! Kewenangan pengelolaan KKPFL bukan sekadar serah terima dokumen — ini adalah amanat yang menuntut keberanian, kejujuran, dan kebijaksanaan!

Banyuwangi memiliki garis pantai terpanjang se-Jawa Timur, letak strategis di pertemuan dua laut, dan kekayaan hayati yang tak ternilai. Semua ini tidak boleh dikelola dari jauh — harus dikelola oleh mereka yang setiap hari menyentuhnya!

Saya tegaskan: KKPFL tidak boleh menjadi pintu masuk bagi kepentingan yang mengabaikan rakyat kecil! Setiap izin yang keluar harus melewati saringan keadilan — apakah ini memberi manfaat bagi warga sekitar? Apakah melestarikan ekosistem laut? Apakah tidak menutup mata pencaharian nelayan turun-temurun?

Kami membuka pintu selebar-lebarnya: transparansi penuh, partisipasi nyata, pengawasan bersama. Laut ini milik semua anak Banyuwangi, bukan milik sebagian! Kami tidak akan ragu menegakkan aturan demi menjaga warisan ini tetap utuh untuk generasi mendatang!

Mari kita buktikan: Banyuwangi mampu mengelola lautnya sendiri — lebih baik, lebih adil, lebih sejahtera! Laut adalah masa depan kita, dan masa depan itu sedang kita bangun sekarang!”

🔴 MAKNA SEBENARNYA: KENDALI DI TANGAN SENDIRI!

Kehadiran gerai pelayanan langsung di Banyuwangi menghapuskan kerumitan birokrasi yang dulu membebani masyarakat. Penyerahan kewenangan ini menandai perubahan mendasar:

– ✅ Rakyat tak perlu jauh ke pusat — layanan ada di rumah
​
– ✅ Tata kelola lebih peka terhadap kondisi lokal
​
– ✅ Potensi dikembalikan dikelola oleh daerah yang paling mengerti
​
– ✅ Pengawasan menjadi lebih dekat, lebih cepat, lebih ketat!

Banyuwangi Mengemudi — Laut Terjaga, Rakyat Sejahtera!

Indah Razak/Jurnalis Go Indonesia


Advertisement

Pos terkait