NATUNA | Go Indonesia.Id _Dugaan praktik pengeboman ikan di perairan Pulau Tiga dan Midai, Kabupaten Natuna, menuai perhatian serius dari TNI Angkatan Laut.
Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Ranai, Kolonel Laut (P) Ady Dharmawan, mengutuk keras aksi ilegal tersebut dan memastikan akan memperketat pengawasan di wilayah perairan Natuna.
Pernyataan itu disampaikan saat wawancara melalui sambungan telepon pada 15 April 2026.
Dalam waktu dekat kami akan turun langsung ke lokasi. Pengawasan akan diperketat dan setiap pelanggaran akan kami tindak tegas sesuai hukum yang berlaku,ā tegasnya.
Ia menegaskan, praktik penangkapan ikan menggunakan bahan peledak tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga menimbulkan kerusakan serius terhadap ekosistem laut, khususnya terumbu karang yang membutuhkan waktu lama untuk pulih.
Menurutnya, Lanal Ranai akan meningkatkan patroli di wilayah-wilayah rawan, sekaligus melakukan langkah penindakan terhadap pelaku jika ditemukan di lapangan.
Dugaan aktivitas pengeboman ikan ini sebelumnya viral di tengah masyarakat dan disebut terjadi di perairan Pulau Tiga dan Midaiādua kawasan yang dikenal memiliki potensi sumber daya kelautan yang tinggi di Kabupaten Natuna.
Sementara itu, aktivis dan pemerhati kelautan, Aprizal, yang juga diwawancarai pada waktu yang sama, menyatakan dukungannya terhadap langkah tegas TNI AL.
Pengeboman ikan ini dampaknya sangat besar, terutama terhadap terumbu karang dan ekosistem laut. Jika tidak dihentikan, generasi mendatang yang akan menanggung akibatnya,ā ujarnya.
Aprizal menambahkan, praktik tersebut juga mengancam keberlangsungan mata pencaharian nelayan dalam jangka panjang. Ia mendorong adanya pengawasan terpadu yang melibatkan masyarakat, aparat, serta instansi terkait.
Harus ada sinergi semua pihak agar praktik seperti ini tidak terus berulang di Natuna,ā tambahnya.
TNI Angkatan Laut melalui Lanal Ranai juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait guna memastikan praktik ilegal seperti pengeboman ikan dapat dihentikan dan tidak kembali terjadi di wilayah perairan Natuna.
Reporter: Bahrullazi






