Dari Aspirasi ke Aksi, Bupati Respons Tuntutan Samurai dan Warga Desa Waringin

1a 972

MOROTAI | Go Indonesia.id β€” Kemarau panjang mulai mengancam perkebunan pala dan cengkeh milik warga Desa Waringin, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara. Sejumlah tanaman dilaporkan rusak bahkan mati akibat kekurangan air.

Kondisi tersebut mendapat respons langsung dari Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai. Bupati Rusli Sibua memerintahkan Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) menyiapkan mobil tangki untuk menyuplai air ke perkebunan masyarakat.

Bacaan Lainnya

Advertisement

Respons itu disampaikan Rusli saat menerima aspirasi masyarakat Desa Waringin bersama Solidaritas Aksi Mahasiswa Untuk Rakyat Indonesia (Samurai) Distrik Universitas Pasifik Pulau Morotai, pemerintah desa, tokoh pemuda, dan tokoh masyarakat, Rabu (16/9/2026).

Kepala Desa Waringin, Marajan Taha, mengatakan kemarau panjang berdampak langsung terhadap tanaman perkebunan masyarakat. Pala dan cengkeh yang menjadi salah satu sumber penghidupan warga mengalami kerusakan karena minimnya pasokan air.

Menurutnya, suplai air dibutuhkan untuk mempertahankan tanaman yang masih memungkinkan diselamatkan.

Menanggapi kondisi tersebut, Rusli meminta Satpol PP dan Damkar segera berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk mendukung distribusi air.

Pemkab juga meminta pemerintah desa menyiapkan bak penampungan air di lokasi yang mudah dijangkau, sehingga air yang diangkut menggunakan mobil tangki dapat didistribusikan secara efektif ke perkebunan.

β€œUntuk bantuan air, nanti Satpol PP dan kepala desa berkoordinasi. Kalau bak-bak penampungan air sudah siap, maka akan dilayani,” kata Rusli.

Siapkan Penggantian Tanaman Mati

Selain suplai air, pemerintah daerah juga menyiapkan langkah untuk mengganti tanaman masyarakat yang telah mati akibat kemarau.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pulau Morotai, Tahmid Bilo, mengatakan pemerintah daerah tahun ini menyediakan bibit pala untuk lahan seluas 400 hektare.

Bibit tersebut nantinya disalurkan melalui kelompok tani, termasuk kelompok tani di Desa Waringin.

Sementara untuk kebutuhan bibit cengkeh, pemerintah daerah akan mengupayakan pengadaannya pada 2027.

Ketua Pemuda Desa Waringin, Burahma Baba, sebelumnya meminta pemerintah daerah memberikan bantuan bibit pala dan cengkeh sebagai pengganti tanaman masyarakat yang mati akibat kemarau panjang.

Persoalan lain yang disampaikan masyarakat adalah kondisi jalan menuju Dermaga Waringin. Ruas tersebut menjadi akses penting bagi aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan pembongkaran bahan bakar minyak (BBM).

Mantan Koordinator Presidium Samurai Maluku Utara, Ari Haya, meminta pemerintah daerah merealisasikan pembangunan jalan tersebut sekaligus membantu kebutuhan kendaraan operasional masyarakat Desa Waringin.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pulau Morotai Fahmi Usman mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Balai Jalan untuk mengupayakan pembangunan ruas tersebut melalui program Jalan Inpres.

Namun, kondisi jalan yang berada di kawasan rawa masih membutuhkan pengerasan. Pemerintah daerah sebelumnya telah melakukan penimbunan di sejumlah bagian jalan.

Bupati Rusli mengatakan pengaspalan jalan menuju Dermaga Waringin ditargetkan dilaksanakan pada 2027. Namun, jika program Jalan Inpres terealisasi lebih cepat, pelaksanaannya akan kembali dipertimbangkan berdasarkan kondisi teknis.

β€œKalau mempertimbangkan kualitas jalan, lebih baik dilaksanakan tahun depan. Tahun depan ini sudah final akan dilakukan. Namun, jika Jalan Inpres turun tahun ini, kita akan pertimbangkan lagi secara teknis,” ujarnya.

Rusli juga meminta Pemerintah Desa Waringin melaporkan berbagai langkah yang telah dilakukan dalam menangani dampak kemarau.

Menurutnya, persoalan yang dihadapi masyarakat harus segera dikoordinasikan dengan pemerintah daerah agar penanganannya dapat dilakukan secara bersama-sama.

Mir | Jurnalis Go Indonesia.id


Advertisement

Pos terkait