Diduga Big Bos BBM Ilegal, Disorot Kuasai Jaringan SPBU di Pinggir Bengkalis, Nama Rinaldo Muncul di Balik Gudang Penimbunan

IMG 20260504 WA0109

BENGKALIS | Go Indonesia.Id – Seorang pria berinisial Rinaldo disebut-sebut sebagai sosok “big bos” dalam jaringan bisnis bahan bakar minyak (BBM) berskala besar yang diduga beroperasi di sejumlah SPBU di wilayah Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Riau.

Informasi tersebut disampaikan oleh seorang narasumber kepada redaksi pada periode 24 April hingga 30 April 2026. Narasumber mengaku resah dengan aktivitas yang diduga berlangsung secara rutin setiap hari dan berpotensi menimbulkan risiko, termasuk kecelakaan akibat praktik distribusi BBM tersebut.

Bacaan Lainnya

Advertisement

Menurut keterangan narasumber, praktik tersebut diduga melibatkan sejumlah mobil tangki yang dimodifikasi menyerupai kendaraan industri, dengan tulisan “Tangki Industri”. Mobil-mobil ini disebut mengambil BBM dari beberapa SPBU, di antaranya SPBU Balai Raja dan SPBU Muara Basung, kemudian mengangkutnya ke sebuah gudang penimbunan.

Gudang tersebut disebut berada di Desa Muara Basung, tidak jauh dari SMP Negeri 1 dan SPBU setempat. Lokasi itu digambarkan sebagai bangunan besar dengan pintu seng tertutup, yang diduga menjadi tempat penyimpanan BBM sebelum didistribusikan kembali.

“Di gudang itu ada beberapa mobil tangki palsu yang digunakan untuk melangsir BBM ke Dumai. Dalam sehari bisa mencapai jumlah besar yang dikirim,” ujar narasumber melalui pesan yang diterima redaksi.

Lebih lanjut, narasumber menyebut bahwa BBM yang diduga bersubsidi tersebut kemudian dijual kembali sebagai BBM industri. Distribusi dilakukan menuju wilayah Dumai, bahkan disebut juga hingga ke kapal-kapal yang berada di kawasan tersebut.

Dalam keterangannya, narasumber juga mengirimkan sejumlah bukti pendukung berupa foto-foto yang diduga menunjukkan aktivitas di gudang, kendaraan tangki, serta sosok yang disebut sebagai Rinaldo. Seluruh bukti tersebut diterima redaksi melalui pesan WhatsApp.

Selain itu, narasumber mengklaim bahwa aktivitas pengiriman BBM dilakukan pada waktu tertentu, yakni sekitar pukul 04.00 WIB setiap hari. Ia juga menduga adanya keterlibatan oknum tertentu, meskipun hal ini belum dapat diverifikasi.

Redaksi telah berupaya menggali informasi lebih lanjut, termasuk meminta kontak pihak yang disebut dalam laporan tersebut. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada konfirmasi resmi dari pihak terkait.

Sebagai bentuk keberimbangan, redaksi membuka ruang seluas-luasnya kepada pihak-pihak yang disebut dalam pemberitaan ini untuk memberikan hak jawab, klarifikasi, maupun koreksi atas informasi yang disampaikan.

Kasus ini diharapkan dapat menjadi perhatian pihak berwenang untuk dilakukan penelusuran lebih lanjut guna memastikan kebenaran informasi serta menjaga ketertiban distribusi BBM di wilayah tersebut.

(Tim / Redaksi)


Advertisement

Pos terkait