NATUNA | Go Indonesia.id – Pengadaan alat rumah tangga baru di Gedung Daerah Kabupaten Natuna kembali menuai sorotan.
Publik mempertanyakan urgensi pengadaan tersebut yang dinilai tidak transparan, terutama karena tak ada kejelasan mengenai keberadaan fasilitas dan perabotan lama yang sebelumnya digunakan.
Salah satu tokoh masyarakat Natuna, Aprizal, mempertanyakan hal itu secara terbuka kepada media pada Rabu, 22 Mei 2025.
“Kemana barang-barang lama? Kalau memang sebelumnya sudah ada, kemana bangkainya?
Dan kalau memang tidak pernah ada, siapa yang membawa atau menggunakan sebelumnya?
Masyarakat berhak tahu mengapa perlu diganti dan ke mana perginya yang lama,” tegasnya.
Gedung Daerah saat ini telah resmi dihuni oleh Bupati Natuna periode 2025–2030.
Namun, alih-alih memberikan kejelasan, pengadaan perlengkapan rumah tangga yang baru justru memunculkan tanda tanya besar.
Ketika dikonfirmasi via sambungan telepon, Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah Natuna, Isparta, mengaku belum mengetahui detail persoalan tersebut.
“Kita tunggu saja nanti. Saya sendiri bingung dan tidak terlalu tahu masalahnya karena saya baru menjabat di akhir kepemimpinan bupati sebelumnya,” jawab Isparta singkat.
Masyarakat berharap adanya penelusuran menyeluruh serta pernyataan resmi dari pihak terkait mengenai barang-barang lama yang hilang dan alasan pengadaan baru.
Transparansi dalam penggunaan anggaran publik menjadi tuntutan utama agar tidak menimbulkan dugaan penyalahgunaan di kemudian hari.
Reporter : Baharullazi