MADINA | Go Indonesia.id – Kondisi gedung SD Negeri (SDN) 029 Lumban Dolok, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), memprihatinkan. Bangunan sekolah terlihat rusak dan kupak-kapik, namun hingga kini belum mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Madina.
Hal tersebut disampaikan salah seorang orang tua siswa bermarga Nasution saat ditemui di Desa Lumban Dolok, Selasa (17/03/26).
Ia menyebutkan bahwa permohonan rehabilitasi gedung sekolah telah berulang kali diajukan, namun tak kunjung mendapat tindak lanjut.
Menurutnya, usulan perbaikan sudah disampaikan hampir setiap tahun melalui berbagai jalur, mulai dari aspirasi ke DPRD, pengajuan proposal kepada Bupati Madina, hingga permohonan ke Dinas Pendidikan. Namun sampai saat ini belum ada realisasi anggaran untuk memperbaiki bangunan sekolah tersebut.
“Sudah berkali-kali kami usulkan setiap tahun, baik lewat DPRD maupun proposal ke Bupati dan Dinas Pendidikan. Tapi sampai sekarang belum ada respon,” ungkapnya.
Ia juga menuturkan bahwa pihak Dinas Pendidikan Madina sebenarnya sudah beberapa kali melakukan peninjauan ke lokasi sekolah. Namun hasil peninjauan tersebut belum berujung pada perbaikan fasilitas pendidikan yang dinilai semakin memprihatinkan.
Desa Lumban Dolok sendiri dikenal sebagai daerah kelahiran sejumlah tokoh, salah satunya Komjen (Purn) Saud Usman Nasution, yang dikenal sebagai tokoh pejuang berdirinya STAIN Mandailing Natal.
Selain itu, daerah tersebut juga melahirkan sejumlah tokoh lainnya, di antaranya mantan Ketua KNPI Tapanuli Selatan sekaligus mantan anggota DPRD Ali Rahman Nasution, Bahri Hasibuan yang beberapa kali menjabat sebagai anggota DPRD Madina, Ketua KADIN sekaligus anggota DPRD Madina Bahran Daulay, serta Ridwan Lubis yang pernah menjabat Ketua PWI Madina dua periode dan kini menjadi dosen di STAIN Madina.
Nasution menilai pemerintah daerah seharusnya lebih memperhatikan kondisi sekolah tersebut, apalagi daerah itu memiliki sejarah melahirkan sejumlah tokoh penting.
“Kami sebagai orang tua siswa sedih melihat kondisi sekolah ini. Gedungnya sudah sangat memprihatinkan, sementara di tempat lain yang kondisinya masih bagus justru sudah diperbaiki,” katanya dengan nada kecewa.
Sementara itu, Kepala SDN 029 Lumban Dolok, Tuty Khairani Pulungan, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp membenarkan bahwa sebagian bangunan sekolah mengalami kerusakan.
“Iya, memang banyak bagian gedung yang rusak. Usulan perbaikan sudah sering diajukan, tapi sampai sekarang belum ada anggaran untuk perbaikan,”jelasnya.
Di sisi lain, upaya konfirmasi kepada Koordinator Wilayah (Koorwil) Pendidikan Siabu serta Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Madina, dr. M. Faizal Situmorang, melalui pesan WhatsApp belum mendapatkan tanggapan hingga berita ini diterbitkan. (KR11/ISK).
Reporter : Muhammad Hamka S.pd






