Heboh!, Puluhan Janda di Duga Jadi Korban Perbuatan Pilih Kasih Bansos Janda Serba Dua Juta

IMG 20260111 WA0245

MOROTAI | Go Indonesia.id_Puluhan Janda dan Lansia menjadi korban tebang pilih pemberian Bantuan Sosial (Bansos) serba dua juta yang nota benenya program andalan Bupati Morotai Rusli Sibua dan Wakil Bupati Rio Christian Pawane, Minggu (11/01/26).

Awalnya program bantuan sosial serba dua juta ini skemanya menyasar janda dan lansia dengan syarat dan kriteria tertentu. Khususnya janda, harus memiliki kategori janda miskin, atau tidak berpenghasilan atau pekerjaan tetap. Namun, fakta itu berbanding terbalik.

Bacaan Lainnya

Advertisement

Advertisement

Program bantuan janda serba dua juta ini di launching pada tanggal 17 agustus tahun 2025 kemarin, yang bertepatan dengan upacara kenaikan bendera 17 agustus.

Dalam acara launching program bantuan sosial serba dua juta yang berlandaskan di lapangan stadion merah putih itu di pimpinan langsung oleh Bupati Rusli Sibua, sekaligus membuat penyerahan secara simbolis kepada para janda calon penerima manfaat tersebut.

Fakta realisasi program bantuan sosial janda serba dua juta ini ternyata tidak sesuai dengan apa yang dijanjikan. Pasalnya, terdapat puluhan janda di Desa Dehegila yang tidak mendapatkan bantuan tersebut.

Sesui data rekap yang diterima dari pemerintah desa dehegila, terdapat sekitar puluhan janda yang diajukan ke dinsos sesuai kategori dan kriteria maupun syarat tertentu untuk di tindak lanjut, namun hanya satu nama yang di akomodir.

Satu nama penerima manfaat bantuan sosial janda serba dua juta tersebut adalah “Ida Bone”. Namun, setelah di telusuri, ternyata Ida Bone diketahui sebagai salah satu Aparatur Desa “Kaur” di Pemdes Desa Dehegila.

Ironisnya, beberapa janda yang sempat di interviu awak media namun, meminta namanya tidak di catut, mereka mengaku kesal dan kecewa terhadap pemerintah daerah, yang dinilai tebang pilih atau pilih kasih, karena harus ada beberapa janda yang lebih layak mendapatkan bantuan tersebut.

Kepala desa dehegila, Sahbudin Surabi, saat dikonfirmasi wartawan lewat telepon seluler, mengatakan pihaknya telah memasukan nama-nama janda sekitar dua puluh orang lebih ke dinas sosial. Untuk saat ini, hanya terdapat satu nama yaitu Ida Bone yang menerima bantuan tersebut.

“Iya kemarin kita sudah ajukan data nama-nama janda, sekitar puluhan janda ke dinas sosial, sesuai yang diminta, namun hanya dua orang yang di akomodir, itupun yang satu sudah meninggal jadi tinggal satu orang”,

Selain itu, Sahbudin juga membantah terkait adanya informasi bahwa Ida Bone sebagai satu satunya janda yang menjadi penerima Bansos tersebut adalah Kaur Desa itu tidak benar.

Kadinsos, Ansar Tibu, saat dikonfirmasi wartawan lewat pesan WhatshApp dan tlp seluler, belum memberikan tanggapan sampai berita ini diturunkan.

Reporter (Ode)


Advertisement

Pos terkait