BANYUWANGI | Go Indonesia.id– Ketua Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOL) DPD Kabupaten Banyuwangi, Indah Fitria Razak atau yang akrab disapa Indah Razak, menyampaikan kritik tajam namun berdasar terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah ini. Menurutnya, pelaksanaan yang terjadi saat ini menyimpang dari tujuan awal program yang sesungguhnya.
“Perlu saya tegaskan sekali lagi dengan tegas: Program MBG itu ada tujuannya yang sangat jelas dan spesifik, yaitu untuk mengurangi angka stunting. Tidak lebih, tidak kurang. Itu landasan utama dibentuknya program ini,” ujar Indah Razak dengan nada tegas saat menyampaikan pandangannya, Kamis (23/7/2026).
Indah Razak menyoroti kesalahan mendasar yang dilakukan pemerintah mulai dari tingkat pusat hingga ke daerah, termasuk di Kabupaten Banyuwangi yang sedang gencar mengawal Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) dan Millenium Development Goals (MDGs). Menurutnya, kebijakan yang menyamaratakan seluruh siswa untuk menerima MBG adalah langkah yang tidak tepat sasaran dan menyimpang dari akar masalah.
“Kenapa harus disamaratakan? Padahal fakta di lapangan tidak semua anak mengalami stunting. Tidak semua murid di Banyuwangi, bahkan di seluruh Indonesia ini mengalami masalah pertumbuhan yang membutuhkan intervensi khusus melalui makanan bergizi ini. Jika semuanya diberi, maka yang menjadi sasaran utama justru bisa tidak mendapatkan haknya secara maksimal, dan yang sebenarnya tidak membutuhkan malah ikut menikmati alokasi yang seharusnya terbatas,” tegasnya.
Ia meminta pemerintah daerah di Banyuwangi untuk benar-benar melakukan penyaringan yang teliti, akurat, dan transparan sebelum menyalurkan program ini. Jangan sampai niat baik untuk meringankan beban masyarakat justru berubah menjadi beban baru karena pengelolaan yang tidak tepat sasaran.
“Program MBG ini diciptakan untuk meringankan beban, bukan untuk memberatkan. Bukan untuk membagikan makanan secara merata ke semua orang tanpa melihat kebutuhan, melainkan untuk menolong mereka yang benar-benar membutuhkannya demi pertumbuhan fisik dan kecerdasan anak-anak kita. Jika aturannya dibuat sembarangan dan disamaratakan, maka itu sama saja mengabaikan tujuan mulia penurunan angka stunting yang menjadi fokus utama MDGs dan pembangunan manusia di Banyuwangi,” kritik Indah Razak.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa pengawalan terhadap program strategis seperti MBG harus dilakukan dengan akuntabilitas tinggi. Pemerintah diminta kembali meninjau ulang mekanisme penyaluran, memastikan data anak yang membutuhkan akurat, dan tidak menjadikan program ini sebagai ajang pembagian semata tanpa mempedulikan dampak jangka panjang terhadap penanganan stunting yang sesungguhnya.
“Kami berharap Banyuwangi bisa menjadi contoh pelaksanaan program yang benar, bukan sekadar mengikuti arus tanpa memahami esensinya. Jangan sampai program yang seharusnya menjadi solusi justru menjadi masalah baru karena penyimpangan sasaran,” pungkas Indah Razak.
Oleh : Indah Razak (Ketua DPD IWOI Banyuwangi)
Redaksi







