PEJARAKAN | Go Indonesia.id — Pegiat media sosial sekaligus aktivis multisektor, Wayan Setiawan, mendatangi langsung lokasi villa yang dibongkar oleh Pemerintah Provinsi Bali di Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Senin (15/9/2026).
Kedatangan Wayan Setiawan tersebut untuk melihat secara langsung kondisi lokasi sekaligus menyampaikan apresiasinya terhadap langkah tegas Gubernur Bali Wayan Koster dalam menertibkan bangunan yang dinilai melanggar ketentuan perizinan dan tata ruang.
Menurut Wayan Setiawan, tindakan tegas pemerintah daerah diperlukan untuk memastikan pembangunan di Bali tetap berjalan sesuai aturan serta tidak mengorbankan kelestarian lingkungan.
Ia berharap langkah yang dilakukan Gubernur Bali tersebut dapat menjadi contoh bagi para bupati dan wali kota di Bali agar tidak ragu menindak bangunan yang terbukti melanggar aturan, dengan tetap mengedepankan prinsip keadilan dan tidak tebang pilih.
“Ketegasan pemerintah dalam menertibkan bangunan yang melanggar perizinan dan tata ruang harus dilakukan secara adil dan tanpa tebang pilih. Ini penting demi menjaga kelestarian lingkungan dan keberlanjutan pembangunan di Bali,” ujar Wayan Setiawan.
Ia menegaskan, sikap tegas pemerintah bukan berarti menghalangi investasi. Sebaliknya, menurut dia, penegakan aturan justru dapat memberikan kepastian bagi investor agar tidak mengalami persoalan hukum maupun kerugian di kemudian hari.
“Investor tetap harus kita dukung, tetapi investasi harus berjalan sesuai regulasi. Para investor perlu mematuhi dan memenuhi seluruh proses perizinan yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah,” katanya.
Wayan Setiawan juga berharap Pemerintah Kabupaten Badung, daerah asalnya, dapat mengambil langkah serupa dalam melakukan pengawasan dan penertiban terhadap pembangunan yang tidak sesuai dengan ketentuan perizinan maupun tata ruang.
Menurutnya, penegakan aturan harus dilakukan secara konsisten di seluruh wilayah sehingga tidak menimbulkan kesan adanya perlakuan berbeda terhadap masyarakat maupun pelaku usaha.
Dalam kegiatan peninjauan lapangan tersebut, Wayan Setiawan juga sempat bertatap muka dan bersilaturahmi dengan sejumlah pengikutnya di Kecamatan Gerokgak. Di antaranya Gede Tunas Arimbawa, Made Sudarsana alias Taro, Pande Blender, serta Kadek Muliawan.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi momentum bagi Wayan Setiawan untuk menyerap berbagai aspirasi masyarakat terkait pembangunan, lingkungan, serta penataan wilayah di Bali.
(Kadek Archo | Jurnalis Go Indonesia.id)







