BATAM | Go Indonesia.idβ Persoalan sengketa atau konflik lahan di Kota Batam kembali memanas. Bentrokan antara dua kubu terjadi di sekitar akses jalan raya menuju kawasan Marinir, Setokok, Kota Batam, Senin (14/09/2026).
Bentrok tersebut dilaporkan menelan korban jiwa. Dua orang dikabarkan tewas dalam insiden yang terjadi di tengah konflik antara dua kelompok tersebut.
Informasi awal menyebutkan, kedua kubu yang terlibat diduga terdiri dari anggota salah satu Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) dan warga setempat. Namun, identitas para pihak, kronologi lengkap, serta pemicu pasti bentrokan masih perlu dikonfirmasi dan didalami oleh aparat penegak hukum.
Peristiwa ini kembali menyoroti persoalan konflik lahan di Batam yang dinilai belum sepenuhnya terselesaikan. Berulangnya bentrokan menunjukkan adanya persoalan yang membutuhkan penanganan lebih serius, terutama ketika konflik horizontal mulai berujung pada jatuhnya korban jiwa.
Kondisi tersebut semestinya menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Batam bersama aparat penegak hukum dan seluruh pemangku kepentingan terkait. Konflik lahan tidak semestinya dibiarkan berkembang menjadi aksi kekerasan yang mengancam keselamatan masyarakat.
Dua nyawa yang melayang menjadi alarm keras: jika akar persoalan tidak segera ditangani secara transparan dan tuntas, konflik serupa berpotensi kembali terjadi.
Publik kini menunggu langkah aparat untuk mengungkap siapa pihak yang terlibat, apa pemicu bentrokan, bagaimana status lahan yang dipersoalkan, serta apakah terdapat pihak tertentu yang memanfaatkan konflik tersebut.
Penegakan hukum terhadap aksi kekerasan juga perlu berjalan beriringan dengan penyelesaian akar persoalan lahan. Jangan sampai konflik terus berulang, sementara penyebab utamanya tidak pernah benar-benar diselesaikan.
Bobi/Jurnalis Go Indonesia






