Pemnag Saok Laweh Apresiasi Tiga Warga, Sukses Budidayakan 2.700 Batang Cabai di Lahan Tidur

a 47

SOLOK | Go Indonesia.id – Keterbatasan lahan bukan alasan untuk berhenti bertani. Justru dari lahan yang terbatas, tiga warga Jorong Kapalo Koto, Nagari Saok Laweh, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, membuktikan bahwa ketekunan dan kemauan mampu mengubah lahan tidur menjadi lahan produktif yang bernilai ekonomi.

Mereka adalah Albizar, Oka, dan Ajo. Bertiga, mereka menggarap lahan sekitar seperempat hektare dan berhasil membudidayakan sebanyak 2.700 batang tanaman cabai.

Bacaan Lainnya

Advertisement

Di tengah keterbatasan lahan, ketiganya tetap tekun melakukan perawatan. Pemupukan dilakukan secara rutin, sementara pengendalian hama terus diperhatikan agar tanaman tumbuh sehat dan menghasilkan buah yang maksimal.

Bagi mereka, hasil pertanian yang baik tidak datang begitu saja. Dibutuhkan ketelatenan, kesabaran, serta kerja keras sejak proses penanaman hingga masa panen.

Saat dikunjungi Go Indonesia, Senin (15/9/2026), hamparan tanaman cabai di lahan tersebut tampak tumbuh subur. Buah-buah cabai terlihat bermunculan lebat dan sebagian tanaman diperkirakan tidak lama lagi memasuki masa panen.

Budidaya tersebut sekaligus menjadi langkah nyata untuk mengubah lahan yang sebelumnya kurang produktif menjadi lahan bernilai tambah dan sumber penghasilan bagi keluarga.

Salah seorang petani, Albizar, mengatakan keterbatasan lahan tidak menyurutkan semangat mereka untuk terus mengembangkan sektor pertanian.

“Meski lahan kami relatif sempit, lahan tidur yang ada akan kami manfaatkan sebaik mungkin. Tidak hanya cabai, ke depan kami juga ingin mencoba tanaman timun maupun jagung,” ujar Albizar.

Ia menambahkan, bersama petani lainnya mereka juga berupaya memperluas lahan garapan dengan memanfaatkan lahan yang belum terpakai melalui sistem kontrak maupun bagi hasil.

Sementara itu, Wali Nagari Saok Laweh, Irwin Saputra, memberikan apresiasi terhadap langkah yang dilakukan ketiga warganya tersebut.

Menurut Irwin, apa yang dilakukan Albizar, Oka, dan Ajo patut menjadi contoh bagi masyarakat lainnya. Dengan memanfaatkan lahan yang tersedia secara maksimal, masyarakat tidak hanya dapat meningkatkan perekonomian keluarga, tetapi juga ikut memperkuat ketahanan pangan di tingkat nagari.

“Petani seperti Albizar, Oka, dan Ajo menjadi bukti bahwa lahan seperempat hektare bukan batas untuk menghasilkan sesuatu yang berarti. Dengan ketekunan, perawatan yang konsisten, serta dukungan yang tepat, lahan terbatas pun bisa disulap menjadi lahan produktif dan sumber penghasilan,” ungkap Irwin.

Ia berharap keberhasilan ketiga petani tersebut dapat memotivasi warga lainnya untuk ikut memanfaatkan lahan tidur yang masih tersedia.

“Semoga apa yang dilakukan tiga petani ini bisa menjadi contoh dan ditiru oleh petani-petani lainnya. Kami dari Pemerintah Nagari akan selalu siap bergandengan tangan membantu para petani, baik melalui dukungan maupun administrasi yang dibutuhkan. Dengan begitu, penguatan ekonomi masyarakat dapat berjalan seiring dengan upaya memperkuat ketahanan pangan di Nagari Saok Laweh,” tambahnya.

Dari lahan sederhana di Kapalo Koto, Albizar, Oka, dan Ajo tidak sekadar menanam cabai. Mereka sedang menanam harapan, membangun kemandirian, dan membuka jalan menuju kehidupan yang lebih baik.

Semangat ketiganya menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk bergerak. Selama ada kemauan dan ketekunan, lahan sederhana sekalipun dapat tumbuh menjadi sumber kehidupan sekaligus harapan bagi masyarakat,tutup nya dalam Pesan resmi Wali Nagari Saok Laweh, Irwin Saputra, diterima awak media.

Amat/Jurnalis Go Indonesia


Advertisement

Pos terkait