Kapal Nelayan KM Safira Jaya Tenggelam di Perairan Tambelan, Seluruh ABK Selamat

IMG 20260106 WA0004

TAMBELAN | Go Indonesia.id_ Satu unit kapal nelayan jenis pompong bernama KM Safira Jaya dilaporkan tenggelam di perairan utara Pulau Tambelan, Kecamatan Tambelan, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (5/1/2026) dini hari. Seluruh awak kapal berhasil diselamatkan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Kapolsek Tambelan menerima informasi awal sekitar pukul 08.00 WIB dari seorang warga Tambelan bernama Rahmat Parwandi yang melaporkan adanya kapal nelayan tenggelam di perairan setempat. Berdasarkan hasil koordinasi Polsek Tambelan dengan para nelayan melalui radio komunikasi, diketahui bahwa kapal yang tenggelam adalah milik nelayan bernama Muli Warman yang bertindak sebagai nahkoda.

Bacaan Lainnya

Advertisement

Advertisement

Kapal tersebut diketahui tenggelam di sekitar 40 mil laut arah utara Pulau Tambelan. Saat kejadian, kapal diawaki oleh lima orang, yakni Muli Warman (nahkoda) serta empat anak buah kapal (ABK): Iwan Kusnadi, M. Fadhil, El, dan Wahyu.

Dari keterangan nahkoda, peristiwa bermula pada Sabtu (3/1/2026) sekitar pukul 07.00 WIB. Kapal bertolak dari Pulau Tambelan menuju lokasi memancing di perairan sekitar 40 mil laut. Setelah memancing hingga sore hari, awak kapal berpindah ke lokasi lain untuk mencari umpan di sekitar 17 mil dari titik awal.

Pada Minggu (4/1/2026) sekitar pukul 00.30 WIB, di tengah perjalanan kembali ke lokasi memancing, salah satu ABK merasakan kejanggalan pada kapal. Setelah diperiksa, lambung kapal diketahui telah dipenuhi air. Para ABK sempat berupaya menyelamatkan kapal dengan membuang muatan agar kapal lebih ringan, namun upaya tersebut tidak berhasil.

Melihat kondisi semakin memburuk, awak kapal kemudian melepaskan fiber berkapasitas besar. Tiga orang, yakni nahkoda Muli Warman, Iwan Kusnadi, dan Wahyu, berhasil naik ke fiber tersebut. Sementara dua ABK lainnya, Fadhil dan El, bertahan menggunakan tutup fiber karena kondisi gelombang dan angin yang cukup kuat. Sekitar 10 menit kemudian, kapal KM Safira Jaya akhirnya tenggelam.

Sekitar pukul 04.00 WIB, tiga ABK berhasil diselamatkan oleh kapal nelayan yang melintas di sekitar lokasi kejadian. Dua ABK lainnya ditemukan selamat oleh nelayan berbeda pada Senin pagi sekitar pukul 08.00 WIB di perairan Tambelan.

Pihak kepolisian memastikan bahwa seluruh awak kapal dalam kondisi selamat. Namun, akibat kejadian tersebut, pemilik kapal mengalami kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp400 juta, sementara korban jiwa nihil.

Polsek Tambelan mengimbau para nelayan agar selalu memperhatikan kondisi kapal, cuaca, serta kelengkapan keselamatan sebelum melaut guna menghindari kejadian serupa.

Reporter: Edy


Advertisement

Pos terkait