Keluarga Besar Rahmat Nasution Gelar Ziarah Makam Menjelang Ramadhan: Warisan Nilai Kekeluargaan dan Refleksi Spiritual

IMG 20260215 WA01481

LENTENG AGUNG | Go Indonesia.id– Menjelang bulan suci Ramadhan, keluarga besar almarhum Ayahanda Rahmat Nasution kembali menunaikan tradisi rutin: ziarah ke makam orang tua mereka, Ayahanda Rahmat Nasution dan Ibunda Hayatun Nupus Sipahutar, senin (16/2/2026).

Acara ini dihadiri oleh seluruh putra-putri dan cucu-cucu almarhum, yang datang untuk memberikan penghormatan, mendoakan kedua orang tua mereka, opung dan nenek sekaligus menguatkan ikatan keluarga yang telah terjalin lintas generasi.

Bacaan Lainnya

Advertisement

Kegiatan ziarah ini berlangsung khidmat di pemakaman umum yang terletak di kawasan Srengseng Sawah Jagakarsa.

Putra ketiga almarhum, Abdul Rohim Nasution menyampaikan perasaan dan harapannya kepada keluarga dan anak /cucu opung

“Ini momen refleksi bagi kami semua kami mendoakan agar almarhum dan almarhumah selalu mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya.

Tradisi ini juga mengingatkan kami akan nilai-nilai yang mereka tanamkan, mulai dari kerja keras hingga kasih sayang dalam keluarga,” ujarnya.

Menghidupkan Tradisi Keluarga dan Nilai Kekeluargaan

Tradisi ziarah keluarga Nasution bukan hanya sekadar rutinitas menjelang Ramadhan, tetapi juga sarana untuk mengajarkan generasi muda tentang pentingnya menghormati orang tua dan leluhur.

Anak-anak dan cucu-cucu yang hadir terlihat aktif membaca doa, membersihkan makam, dan merenungkan nilai-nilai hidup yang diwariskan almarhum.

Beberapa anggota keluarga menyebutkan bahwa almarhum Rahmat Nasution dikenal sebagai sosok yang baik dan aktif di masyarakat, dengan pengaruh positif di lingkungan tempat tinggalnya.

Ibunda Hayatun Nupus Sipahutar juga dikenal karena perannya dalam menjaga keutuhan keluarga dan menanamkan prinsip-prinsip religius serta etika sosial kepada anak-cucu mereka.

“Ziarah ini bukan sekadar tradisi, tapi pengingat agar kami tetap menjaga kekompakan dan nilai-nilai yang beliau tanamkan.

Terlebih menjelang Ramadhan, ini waktu yang tepat untuk introspeksi diri,” tambah Abdul Rohim.

Refleksi Spiritual dan Persiapan Ramadhan

Para keluarga juga memanfaatkan momen ini sebagai refleksi spiritual.

Dengan mengunjungi makam, mereka diingatkan akan kefanaan hidup, pentingnya amal baik, serta kewajiban menjaga silaturahmi.

Kehadiran seluruh anggota keluarga, dari generasi tertua hingga yang paling muda, menjadi simbol kesinambungan nilai dan tradisi keluarga.

Menurut tetangga sekitar, kegiatan seperti ini rutin dilakukan keluarga Nasution, terutama menjelang bulan Ramadhan dan hari-hari besar keagamaan lainnya.

Tradisi ini dinilai memperkuat solidaritas keluarga sekaligus menjadi teladan bagi warga sekitar mengenai pentingnya menghormati leluhur dan menjaga nilai religius.

Pesan untuk Generasi Mendatang

Abdul Rohim menegaskan bahwa tradisi ini juga dimaksudkan untuk menanamkan rasa tanggung jawab dan kepedulian terhadap keluarga di generasi muda.

“Kami ingin anak-anak dan cucu-cucu kami memahami pentingnya menghormati orang tua dan leluhur, serta menjaga warisan nilai-nilai yang telah diberikan.

Ini bagian dari mempersiapkan diri untuk kehidupan yang lebih baik, bukan hanya materi, tapi juga spiritual,” jelasnya.

Dengan demikian, ziarah keluarga besar Rahmat Nasution bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan pengingat akan warisan moral, spiritual, dan sosial yang dapat membentuk karakter generasi penerus.

Kegiatan ini menjadi salah satu cara keluarga Nasution mempersiapkan diri menyambut Ramadhan dengan hati yang bersih, pikiran yang tenang, dan semangat menjaga tradisi leluhur.

Editor: Go Indonesia


Advertisement

Pos terkait