BANYUWANGI | Go Indonesia.Id – Komitmen menciptakan lingkungan sekolah yang ramah, disiplin, dan berkarakter terus ditunjukkan Kepala SMP Negeri 4 Banyuwangi, Dardiri, S.Pd.. Setiap pagi, sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai, ia berdiri di depan gerbang sekolah untuk menyambut kedatangan para siswa dengan senyum, salam, dan sapaan hangat.
Kebiasaan tersebut bukan sekadar rutinitas, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun kedekatan antara pimpinan sekolah dengan peserta didik. (27/7/26).
Dardiri ingin memastikan setiap siswa memulai hari dengan semangat, rasa aman, dan nyaman saat memasuki lingkungan sekolah.
Selain menyapa para siswa, Dardiri juga memberikan apresiasi kepada para orang tua yang dengan penuh tanggung jawab mengantar dan menjemput putra-putrinya setiap hari.
“Terima kasih kepada seluruh orang tua yang selalu meluangkan waktu untuk mengantar dan menjemput anak-anak ke sekolah.
Peran orang tua sangat penting dalam membentuk karakter, kedisiplinan, dan keselamatan anak selama perjalanan menuju sekolah,” ujar Dardiri.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya bergantung pada proses pembelajaran di kelas, tetapi juga ditentukan oleh sinergi yang kuat antara sekolah dan keluarga.
Kolaborasi tersebut diyakini mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, serta mendukung perkembangan karakter peserta didik.
Langkah sederhana yang dilakukan Dardiri pun mendapat apresiasi dari warga sekolah. Kehadirannya di gerbang setiap pagi dinilai mampu mempererat hubungan antara kepala sekolah, guru, siswa, dan orang tua, sekaligus menanamkan nilai-nilai disiplin, sopan santun, serta saling menghargai sejak siswa pertama kali menginjakkan kaki di lingkungan sekolah.
Melalui keteladanan yang ditunjukkan secara langsung, SMP Negeri 4 Banyuwangi membuktikan bahwa pendidikan bukan hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga membangun karakter generasi muda.
Sosok kepala sekolah hadir bukan sekadar sebagai pemimpin administrasi, melainkan menjadi teladan yang menginspirasi seluruh warga sekolah untuk menciptakan budaya pendidikan yang humanis dan penuh kepedulian.
Reporter: Eko







