BINTAN | Go Indonesia.id β Upaya memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan perekonomian masyarakat terus dilakukan di Desa Sebong Pereh, Kecamatan Sebong Pereh, Kabupaten Bintan.
Salah satunya melalui kolaborasi antara Kelompok Bahagia Tani dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sebong Pereh di sektor perkebunan cabai.(77/5/26).
Kerja sama tersebut diwujudkan melalui pengelolaan lahan pertanian cabai seluas 2,7 hektare yang berada di RT 02 RW 01 Desa Sebong Pereh. Dalam program ini, Kelompok Bahagia Tani dipercaya sebagai pengelola dana yang disalurkan oleh BUMDes untuk mendukung pengembangan pertanian produktif.
Ketua Kelompok Bahagia Tani, Susila Putra Budi, mengatakan bahwa program penanaman cabai ini menjadi salah satu langkah nyata dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.
βHarapan kami, program ini dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat Kabupaten Bintan, khususnya warga Desa Sebong Pereh,β ujarnya.
Saat ini, kelompok tani tersebut menargetkan penanaman sebanyak 40.000 batang cabai. Dari jumlah tersebut, sekitar 20.000 batang telah berhasil ditanam di lahan yang tersedia.
Selain itu, proses penyemaian bibit juga terus dilakukan dengan jumlah mencapai sekitar 50.000 batang bibit cabai.
Adapun jenis cabai yang dibudidayakan meliputi cabai rawit, cabai hijau, hingga cabai nano atau yang dikenal masyarakat sebagai cabai setan.
Dalam proses pengelolaannya, mulai dari pengolahan lahan, penanaman, perawatan hingga masa panen, dibutuhkan biaya operasional yang cukup besar. Kegiatan ini juga melibatkan anggota Kelompok Bahagia Tani serta memberdayakan masyarakat setempat sebagai tenaga kerja.
Untuk mendukung program tersebut, BUMDes Sebong Pereh menyalurkan dana sebesar Rp190 juta yang digunakan dalam seluruh tahapan pengelolaan perkebunan.
Kepala Desa Sebong Pereh, Bahari, menjelaskan bahwa penyaluran dana melalui BUMDes merupakan bagian dari upaya pemerintah desa dalam mendorong pembangunan ekonomi masyarakat.
βDana BUMDes ini bertujuan untuk mendukung pembangunan ekonomi daerah, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan pendapatan asli desa,β jelasnya.
Melalui sinergi antara kelompok tani dan BUMDes ini, diharapkan sektor pertanian di Desa Sebong Pereh semakin berkembang dan mampu memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat setempat.
Reporter: Suprin







