JAKARTA | Go Indonesia.Id โ Komisi V DPR RI menyatakan dukungan penuh terhadap percepatan pembangunan infrastruktur dan transportasi di Provinsi Bali dalam Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat bersama Menteri Pekerjaan Umum, Menteri Perhubungan, serta Gubernur Bali yang digelar pada Rabu, 8 April 2026 di Ruang Rapat Komisi V DPR RI.
Rapat yang dipimpin Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, didampingi Wakil Ketua Ridwan Bae ini dihadiri 24 anggota dewan dan membahas upaya percepatan serta sinergi pembangunan sarana prasarana infrastruktur dan transportasi guna mendukung pariwisata Bali yang berkelas dunia.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Bali, Wayan Koster, memaparkan secara komprehensif kondisi, potensi, serta tantangan pembangunan Bali.
Ia menegaskan posisi strategis Bali sebagai destinasi pariwisata utama dunia dengan kekuatan budaya, adat istiadat, dan kearifan lokal yang menjadi daya tarik global.
โBali memiliki taksu yang kuat berbasis budaya, sehingga menjadi destinasi unggulan dunia dan berkontribusi besar terhadap devisa pariwisata nasional,โ ungkap Koster.
Data tahun 2025 menunjukkan jumlah kunjungan wisatawan ke Bali mencapai 16,3 juta orang, terdiri dari 9,3 juta wisatawan domestik dan 7,05 juta wisatawan mancanegara.
Angka tersebut menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah dan menyumbang sekitar 55 persen devisa pariwisata nasional.
Selain itu, indikator makro pembangunan Bali juga menunjukkan capaian positif, di antaranya pertumbuhan ekonomi 5,82 persen, tingkat kemiskinan 3,42 persen, serta tingkat pengangguran 1,45 persen yang menjadi salah satu terendah secara nasional.
Namun demikian, Gubernur Koster juga menyoroti berbagai tantangan serius yang dihadapi Bali, seperti alih fungsi lahan, persoalan sampah, kemacetan, keterbatasan infrastruktur, hingga ancaman terhadap kelestarian budaya dan lingkungan.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Provinsi Bali mengusulkan sejumlah program prioritas strategis, di antaranya pengelolaan sampah berbasis sumber hingga pengolahan menjadi energi listrik, penyediaan air bersih melalui optimalisasi bendungan dan sumber air, serta pengembangan energi bersih.
Selain itu, pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, pelabuhan logistik, hingga terminal logistik juga menjadi fokus utama, termasuk percepatan proyek Jalan Tol GilimanukโMengwi dan pembangunan konektivitas Bali Utara dan Selatan.
Di sektor transportasi.
Menteri Perhubungan merespons dengan rencana pengembangan program taksi laut dari Bandara Ngurah Rai menuju kawasan Nusa Dua dan Canggu, serta pengembangan pelabuhan di Celukan Bawang.
Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam mendukung pembangunan embung, pengendalian banjir, penanganan abrasi pantai, serta peningkatan kualitas infrastruktur jalan di Bali.
Seluruh pimpinan dan anggota Komisi V DPR RI sepakat bahwa Bali merupakan tulang punggung devisa pariwisata nasional, sehingga membutuhkan perhatian khusus melalui percepatan pembangunan infrastruktur dengan skema yang tidak biasa.
Sebagai hasil rapat, Komisi V DPR RI secara resmi mendukung percepatan pembangunan infrastruktur strategis di Bali, serta mewajibkan pemerintah pusat dan daerah untuk bersinergi, termasuk memastikan kesiapan lahan, pendanaan, dan koordinasi lintas kementerian.
โPembangunan infrastruktur Bali harus dipercepat agar daya saing pariwisata tetap terjaga dan tidak tertinggal dari negara lain seperti Thailand dan Malaysia,โ tegas Gubernur Koster.
Keputusan rapat tersebut ditandatangani oleh Ketua Komisi V DPR RI, Menteri Pekerjaan Umum, Menteri Perhubungan, dan Gubernur Bali sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung pembangunan Bali yang berkelanjutan dan berdaya saing global.
Reporter ( Roy /Kadek)







