Menakar “Jangkar Ekonomi” Desa Marok Tua: Harapan, Modal Keluarga, dan Jejak Dukungan Pemerintah

IMG 20260215 WA01221

LINGGA | Go Indonesia.id – Di pesisir Desa Marok Tua, Kecamatan Singkep Barat, geliat kerambah apung ikan kerapu cantang mulai terlihat sebagai tumpuan baru ekonomi warga.

Hampir 95 persen masyarakat desa berprofesi sebagai nelayan, menggantungkan hidup pada laut yang selama ini mereka jaga dengan kearifan lokal.(16/2/26).

Bacaan Lainnya

Advertisement

Namun di balik optimisme itu, muncul pertanyaan: seberapa kuat fondasi “jangkar ekonomi desa” yang kini digagas melalui kelompok budidaya kerambah apung?
Dari Inisiatif Pribadi ke Kelompok Terorganisir

Kepala Desa Marok Tua, Nurdin, mendorong pembentukan kelompok budidaya agar usaha yang sebelumnya bersifat perorangan bisa lebih mudah mengakses bantuan pemerintah kabupaten maupun provinsi.

Dua kelompok resmi telah terbentuk dan terdaftar di pemerintah desa:
Kelompok Budidaya Kerambah Apung Ikan Kerapu Cantang BERKAH MUARA BERLIAN, digagas oleh anggota BPD dan diketuai imam masjid setempat.

Kelompok Budidaya Kerambah Apung Ikan Kerapu Cantang BERKAT JEMBATAN ANAK EMAS, dibentuk oleh unsur perangkat desa.
Sekretariat kelompok bahkan menggunakan rumah sekretaris sebagai pusat kegiatan.

Langkah ini disebut sebagai strategi memperkuat posisi tawar saat mengajukan proposal bantuan ke Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.

Nama “Jembatan Anak Emas” sendiri merujuk pada ikon desa yang sebelumnya diresmikan oleh Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad.

Warga menyebut infrastruktur tersebut sebagai simbol kebangkitan ekonomi desa.
Modal Swadaya atau Ketergantungan Bantuan?

Investigasi di lapangan menunjukkan sebagian kerambah berdiri dari modal pribadi. Bugiman, anggota BPD, mengakui kerambah miliknya didanai anaknya yang bekerja di Batam.

Usaha itu baru berjalan sekitar satu bulan dan ditargetkan panen dalam lima bulan ke depan sebagai “tabungan keluarga”.

Ketua RW yang akrab disapa Pak Usu juga menyebut sebagian warga telah lebih dulu mencoba budidaya secara kecil-kecilan dan mengklaim hasilnya cukup menjanjikan.

Namun, belum ada data terbuka mengenai:
Total jumlah kerambah aktif
Kapasitas produksi per siklus

Skema pemasaran dan pembeli tetap
Analisis dampak lingkungan jangka panjang
Padahal, budidaya kerapu cantang dalam skala besar berpotensi memengaruhi kualitas air laut jika tidak dikelola dengan sistem pengawasan ketat.

Mengaitkan Program Nasional
Dalam sejumlah pernyataan, pemerintah desa mengaitkan langkah ini dengan arahan Presiden RI, Prabowo Subianto, khususnya terkait program ketahanan pangan dan penguatan ekonomi desa.

Kelompok juga berencana mengajukan permohonan audiensi dengan Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, guna memaparkan rencana pengembangan budidaya sebagai jangkar ekonomi desa.

Pertanyaannya: apakah dukungan pemerintah nantinya berbentuk bantuan hibah, kredit lunak, atau pendampingan teknis berkelanjutan?

Sejauh ini belum ada kejelasan resmi.
Potensi dan Risiko
Secara ekonomi, kerapu cantang memiliki nilai jual tinggi di pasar ekspor, terutama ke Singapura dan Hong Kong. Jika dikelola profesional, potensi keuntungan memang signifikan.

Namun, sejumlah pengamat perikanan menyebut keberhasilan budidaya sangat bergantung pada:
Kualitas benih dan pakan
Stabilitas harga pasar
Manajemen kelompok
Mitigasi penyakit ikan

Pengendalian limbah organik di perairan
Tanpa perencanaan matang, program yang digadang-gadang menjadi “jangkar ekonomi” bisa berubah menjadi beban utang kelompok.

Antara Harapan dan Ujian Transparansi
Desa Marok Tua kini berada di persimpangan: di satu sisi ada semangat kolektif dan kebanggaan lokal, di sisi lain ada kebutuhan transparansi, perencanaan ilmiah, dan pengawasan lingkungan.

Apakah kerambah apung benar-benar akan menjadi penguat ekonomi keluarga nelayan, atau sekadar proyek berbasis euforia kebijakan?

Waktu, panen pertama, dan konsistensi dukungan pemerintah akan menjadi penentu apakah “jangkar ekonomi” itu benar-benar kokoh atau justru rapuh diterpa gelombang.

Reporter: Edy


Advertisement

Pos terkait