Nelayan Tanjung Talok Bintan Serukan Perlindungan Laut dari Ancaman Pencemaran Limbah

IMG 20260115 WA0055

DESA TELUK SASA,BINTAN | Go Indonesia.id β€” Masyarakat nelayan Tanjung Talok, Desa Teluk Sasah, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, menggelar pertemuan dan silaturahmi bersama di Balai Pertemuan Kampung Tanjung Talok, Rabu (15/1/2025). Kegiatan ini menjadi wadah bagi para nelayan untuk berdiskusi mengenai hasil tangkapan ikan, keselamatan melaut, serta persoalan lingkungan pesisir.

Salah satu isu utama yang dibahas adalah dugaan pencemaran laut akibat limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang sempat mencemari perairan dan pesisir Tanjung Talok beberapa waktu lalu. Para nelayan menilai pencemaran tersebut berpotensi merusak ekosistem laut dan mengancam mata pencaharian masyarakat pesisir yang bergantung pada hasil laut.

Bacaan Lainnya

Advertisement

Advertisement

Dalam pertemuan itu, nelayan menyatakan komitmen untuk tetap solid dan bersama-sama menjaga ruang laut serta pesisir Tanjung Talok dari ancaman pencemaran, khususnya yang diduga berasal dari aktivitas kapal. Mereka menegaskan bahwa perlindungan lingkungan laut merupakan tanggung jawab bersama demi keberlanjutan sumber daya perikanan.

Salah seorang nelayan, Wahyudi Nor Amin, menekankan pentingnya menjaga kelestarian laut agar berbagai hasil tangkapan seperti ikan, cumi, udang, gonggong, kepiting, dan kerang tetap tersedia bagi nelayan. Ia juga menilai kekompakan antar nelayan menjadi kunci utama dalam menghadapi berbagai persoalan di wilayah perairan setempat.

β€œPersatuan dan satu suara akan memperkuat posisi nelayan dalam menjaga laut dan pantai yang menjadi sumber penghidupan kami,” ujarnya.

Para nelayan juga berharap aparat penegak hukum dan instansi terkait dapat bertindak tegas dan responsif dalam menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait dugaan pencemaran limbah di perairan Tanjung Talok. Mereka menginginkan tidak ada lagi aktivitas yang mencemari laut dan pesisir, sehingga lingkungan tetap terjaga dan aman bagi generasi mendatang.

Reporter: Suprin


Advertisement

Pos terkait