Prof Dr Sutan Nasomal: Tak Perlu Takut Demo Besar, Jadikan Ruang Komunikasi Rakyat dan Pemerintah

0 567

JAKARTA | Go Indonesia.Id – Prof Dr Sutan Nasomal SH, MH menilai aksi demonstrasi yang dilakukan masyarakat untuk menyampaikan kritik dan aspirasi tidak seharusnya selalu dipandang sebagai ancaman oleh pemerintah.

Menurut Sutan Nasomal, demonstrasi damai justru dapat menjadi ruang komunikasi antara rakyat dan pemerintah untuk menyampaikan berbagai persoalan sekaligus mencari solusi bersama.

Bacaan Lainnya

Advertisement

β€œTidak perlu takut dengan aksi demo besar. Di sinilah ruang kebaikan komunikasi rakyat dan pemerintah semakin sehat terbentuk,” ujar Prof Dr Sutan Nasomal SH, MH saat menjawab pertanyaan sejumlah pemimpin redaksi melalui sambungan telepon dari Jakarta, Senin (3/8/2026).

Ia mengatakan, aksi demonstrasi merupakan salah satu bentuk penyampaian aspirasi masyarakat. Selama dilakukan secara damai dan sesuai ketentuan hukum, aspirasi tersebut dinilai perlu didengar oleh pemerintah.

Sutan menilai aksi demonstrasi pada Agustus 2026 merupakan bagian dari semangat masyarakat, khususnya generasi muda, yang menginginkan kondisi Indonesia menjadi lebih baik.

Karena itu, ia meminta para pemimpin pemerintahan untuk mengedepankan langkah bijaksana dengan membuka ruang dialog dan mendengarkan tuntutan masyarakat.

β€œMendewasakan komunikasi antara rakyat dan pemerintah sangat penting. Mendengar suara rakyat adalah tugas utama pemerintah, mulai dari tingkat paling bawah sampai pemerintah tertinggi,” tegasnya.

Menurutnya, pemerintah memperoleh mandat melalui proses demokrasi. Setelah mendapatkan amanah tersebut, pemerintah harus tetap rendah hati dan bersedia menerima kritik dari masyarakat.

β€œKalau tidak mau mendengar suara rakyat, itu keputusan yang salah. Pemerintah dipilih dari rakyat melalui pesta demokrasi. Setelah mendapatkan amanah, harus bijaksana dan rendah hati mendengar suara rakyat. Cari solusi bersama dan tentukan kesepakatan bersama,” katanya.

Sutan Nasomal juga mempertanyakan apabila masyarakat menyampaikan aspirasi melalui aksi massa dalam jumlah besar.

Menurut dia, besarnya jumlah peserta demonstrasi tidak otomatis menjadi sesuatu yang harus ditakuti selama aksi berlangsung secara damai dan tidak melanggar hukum.

β€œKalau masyarakat menginginkan agar negara mendengar dan melaksanakan keinginan masyarakat dan demo besar terjadi dengan besarnya aksi massa, apa yang salah? Takut didemo itu sangat salah,” ujarnya.

Ia bahkan menyebut demonstrasi sebagai salah satu sarana masyarakat untuk mengevaluasi jalannya pemerintahan.

β€œBukankah demo besar menyampaikan aspirasi masyarakat adalah langkah terpuji untuk mengevaluasi sudah benar atau tidak berjalannya roda pemerintahan saat ini,” katanya.

Sutan menyebut sejumlah tuntutan masyarakat yang berkembang saat ini masih berada dalam ruang aspirasi yang wajar, di antaranya pemulihan ekonomi dan politik serta penguatan supremasi sipil.

Selain itu, masyarakat juga menginginkan lapangan pekerjaan diperbanyak, ketersediaan BBM terjamin, stok kebutuhan pokok aman, serta daya beli masyarakat semakin membaik.

Ia menilai tuntutan tersebut merupakan persoalan yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat sehingga perlu mendapat perhatian pemerintah.

Disisi lain, Sutan Nasomal menyatakan keyakinannya bahwa Pemerintah RI bersama Presiden Prabowo Subianto mampu menghadapi berbagai tantangan, termasuk dampak situasi global.

Ia juga menilai langkah pemerintah dalam pemberantasan korupsi, pembenahan lembaga hukum, serta pembangunan yang terus berjalan merupakan hal positif.

Karena itu, menurutnya, yang dibutuhkan saat ini adalah komunikasi yang sehat antara pemerintah dan masyarakat.

Sutan Nasomal mengingatkan pemerintah agar tidak hanya memperhatikan kebutuhan anak-anak yang sedang menempuh pendidikan, tetapi juga kondisi ekonomi keluarga mereka.

Menurutnya, keluarga membutuhkan ekonomi yang sehat agar para orang tua memiliki pekerjaan dan penghasilan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

β€œYang butuh perhatian bukan saja anak-anak yang sekolah. Keluarga mereka juga butuh perhatian. Butuh ekonomi yang sehat agar bapaknya bisa kerja dan dapat gaji untuk menafkahi keluarganya,” tuturnya.

Ia berharap pemerintah dapat terus membuka ruang komunikasi dengan masyarakat sehingga setiap persoalan dapat diselesaikan melalui dialog dan langkah-langkah yang bijaksana.

Bagi Sutan Nasomal, demonstrasi damai tidak semestinya hanya dilihat sebagai tekanan terhadap pemerintah, tetapi juga dapat menjadi momentum untuk mendengar langsung suara masyarakat dan memperbaiki kebijakan yang dinilai belum sesuai dengan kebutuhan rakyat.

Narasumber: Prof DR Sutan Nasomal SH,MH Pakar Hukum Internasional, Ekonom Presiden Partai Oposisi Merdeka Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia (PAPAMID) Rektor Univ Profesor Sutan Nasomal.

REDAKSI


Advertisement

Pos terkait