Prof Sutan Nasomal Desak Presiden Prabowo Perintahkan TNI-Polri Sikat Premanisme hingga ke Akar

IMG 20260412 WA0072

JAKARTA | Go Indonesia.Id – Maraknya aksi premanisme di berbagai daerah kembali menuai sorotan keras. Pakar Hukum Internasional, Sutan Nasomal, mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera mengambil langkah tegas dengan menginstruksikan TNI dan Polri memberantas kejahatan jalanan tanpa kompromi.

Pernyataan itu disampaikan Sutan Nasomal saat menjawab pertanyaan sejumlah pimpinan redaksi media, Minggu (12/4/2026), dari Markas Pusat Partai Koalisi Rakyat Indonesia di kawasan Cijantung, Jakarta.

Bacaan Lainnya

Advertisement

“Kejahatan harus dibabat habis. Presiden harus perintahkan Kapolri dan Panglima TNI untuk patroli di titik-titik rawan, dari Sabang sampai Merauke. Tanpa itu, rasa aman tidak akan benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Ia menilai, kondisi keamanan di berbagai kota dan daerah saat ini semakin mengkhawatirkan. Aksi premanisme, kata dia, tidak lagi tersembunyi, melainkan dilakukan secara terang-terangan dan kian berani.

Beberapa contoh yang mencuat di publik, seperti aksi pemerasan terhadap pedagang kecil di kawasan Tanah Abang hingga pengendara yang diintimidasi di jalan, menjadi bukti nyata bahwa premanisme sudah meresahkan.

“Banyak pejabat bicara soal perang terhadap premanisme, tapi kenyataannya hanya sebatas seremonial. Di lapangan, masyarakat tetap jadi korban,” kritiknya tajam.

Sutan Nasomal juga mempertanyakan siapa yang bertanggung jawab atas keamanan di daerah jika praktik premanisme terus dibiarkan berkembang. Ia menegaskan, lemahnya ketegasan aparat penegak hukum (APH) menjadi salah satu penyebab utama maraknya aksi kriminal tersebut.

Menurutnya, peran masyarakat juga sangat penting. Ia mendorong warga untuk berani merekam dan melaporkan setiap aksi premanisme yang terjadi, agar aparat tidak bisa lagi mengabaikan kasus-kasus tersebut.

“Kalau masyarakat diam, kejahatan akan terus tumbuh. Laporkan, dokumentasikan, dan viralkan agar aparat bergerak,” ujarnya.

Tak hanya itu, ia juga menyoroti pentingnya peran perangkat lingkungan seperti RT, RW, hingga lurah untuk aktif melaporkan warganya yang terindikasi terlibat dalam praktik premanisme kepada aparat, seperti Bhabinkamtibmas dan Babinsa.

Ia memperingatkan, jika kondisi ini terus dibiarkan, maka bukan tidak mungkin hukum rimba akan terjadi di tengah masyarakat.

“Premanisme itu bentuk kejahatan nyata pemerasan, pengancaman, pengeroyokan, hingga kekerasan jalanan. Jangan sampai mereka merasa kebal hukum,” tegasnya.

Diakhir pernyataannya, Sutan Nasomal meminta aparat penegak hukum tidak memberi ruang sedikit pun bagi pelaku premanisme untuk beraksi.

“Negara tidak boleh kalah. Keamanan rakyat adalah prioritas utama,” pungkasnya.

REDAKSI


Advertisement

Pos terkait