Profesor Dr. Sutan Nasomal Optimistis Pelantikan Bunda Guru Aceh Singkil Jadi Momentum Kemajuan Pendidikan 2027

IMG 20261025 WA0484

BANDA ACEH  | Go Indonesia.Id – Pelantikan Ny. Habibatussania Safriadi Oyon, istri Bupati Aceh Singkil, sebagai Bunda Guru Kabupaten Aceh Singkil diharapkan menjadi momentum untuk mendorong peningkatan mutu pendidikan, pembentukan karakter peserta didik, serta penguatan sinergi antara sekolah, keluarga, pemerintah, dan masyarakat.

Harapan tersebut disampaikan Profesor Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H., pakar hukum internasional, ekonom, dan pakar pendidikan, saat memberikan tanggapan melalui sambungan telepon kepada sejumlah pemimpin redaksi media pada Minggu (25/10/2026).

Bacaan Lainnya

Advertisement

Menurut Sutan Nasomal, pelantikan Bunda Guru bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan amanah yang harus diwujudkan melalui kerja nyata untuk mendukung kemajuan pendidikan di Kabupaten Aceh Singkil.

Ia optimistis, apabila peran tersebut dijalankan secara konsisten dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, dunia pendidikan Aceh Singkil berpeluang mengalami berbagai perkembangan positif pada 2027.

“Dengan dilantiknya Ny. Habibatussania Safriadi Oyon sebagai Bunda Guru Kabupaten Aceh Singkil, kita patut menyambutnya dengan rasa syukur dan harapan. Namun, yang paling penting adalah bagaimana amanah ini diwujudkan dalam program nyata yang manfaatnya dapat dirasakan oleh peserta didik, guru, orang tua, dan masyarakat,” ujar Sutan Nasomal.

Sutan Nasomal menilai, salah satu hal penting yang perlu menjadi perhatian bersama ialah kondisi sarana dan prasarana pendidikan di berbagai jenjang, mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, MTs, SMA, MA hingga SMK.

Menurutnya, lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan memadai merupakan bagian penting dalam menunjang proses pembelajaran. Karena itu, perhatian terhadap kondisi bangunan sekolah, fasilitas belajar, serta kebutuhan peserta didik perlu terus diperkuat sesuai kewenangan dan kemampuan anggaran pemerintah.

Selain fasilitas pendidikan, ia juga menyoroti pentingnya peningkatan prestasi anak-anak Aceh Singkil di berbagai bidang, baik akademik maupun nonakademik.

Prestasi dalam kegiatan ekstrakurikuler, seni, olahraga, dan bidang edukatif lainnya perlu mendapat dukungan agar peserta didik memiliki kesempatan berkembang hingga tingkat kabupaten, provinsi, bahkan nasional.

“Jangan sampai perhatian terhadap pendidikan hanya berhenti pada kegiatan pelantikan. Harus ada dorongan nyata agar anak-anak Aceh Singkil memperoleh kesempatan belajar yang baik, mengembangkan bakat, serta berprestasi sesuai kemampuan masing-masing,” tegasnya.

Selain peningkatan mutu pembelajaran, Sutan Nasomal menekankan pentingnya pembentukan karakter, etika, sopan santun, dan akhlak mulia pada peserta didik.

Menurutnya, pendidikan karakter tidak dapat dibebankan sepenuhnya kepada guru di sekolah. Peran orang tua, lingkungan keluarga, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta organisasi kemasyarakatan juga diperlukan untuk membentuk perilaku anak dalam kehidupan sehari-hari.

Ia berharap, keberadaan Bunda Guru dapat memperkuat komunikasi dan kolaborasi antara pihak sekolah dan keluarga sehingga pendidikan karakter tidak hanya diterapkan di ruang kelas, tetapi juga menjadi kebiasaan di rumah dan lingkungan masyarakat.

“Anak-anak harus tumbuh menjadi generasi yang cerdas, memiliki sopan santun, menghormati orang tua dan guru, serta mempunyai kepedulian sosial. Semua itu membutuhkan keteladanan dan keterlibatan bersama, bukan hanya tugas sekolah,” ungkapnya.

Sebelumnya, Ny. Habibatussania Safriadi Oyon mengikuti pelantikan Bunda Guru se-Aceh yang dilantik oleh Bunda Guru Aceh, Ny. Marlina Muzakir, pada Sabtu (24/10/2026) pukul 16.30 WIB di Aula Dinas Pendidikan Aceh.

Dalam keterangannya, Habibatussania menegaskan bahwa peran Bunda Guru bukan sekadar pendamping, tetapi juga penggerak kepedulian dan kolaborasi dalam membangun generasi yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia.

“Pelantikan ini bukan sekadar seremoni, melainkan amanah untuk memperkuat kepedulian terhadap dunia pendidikan. Kami ingin memastikan setiap anak memperoleh kesempatan belajar yang baik, tumbuh dengan penuh percaya diri, serta mendapatkan lingkungan pendidikan yang mendukung masa depannya,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa kemajuan pendidikan membutuhkan sinergi pemerintah, tenaga pendidik, orang tua, dan masyarakat, dengan kepentingan serta masa depan anak sebagai prioritas utama.

Habibatussania menyatakan komitmennya untuk mendorong peningkatan mutu pendidikan di Aceh Singkil, termasuk melalui penguatan peran keluarga, pembentukan karakter sejak dini, serta penciptaan suasana belajar yang inklusif dan menyenangkan.

Sutan Nasomal mengajak seluruh elemen masyarakat Aceh Singkil, termasuk tokoh pemuda, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, tenaga pendidik, dan orang tua, untuk bersama-sama mendukung upaya peningkatan kualitas pendidikan.

Ia berharap semangat Sekata Sepekat dapat menjadi landasan untuk memperkuat kebersamaan dalam mempersiapkan generasi muda yang unggul, berdaya saing, dan berakhlak mulia.

Menurutnya, keberhasilan Bunda Guru tidak cukup diukur dari kegiatan formal atau banyaknya agenda yang dilaksanakan. Hal yang lebih penting ialah adanya program berkelanjutan, kolaborasi yang efektif, serta manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh anak-anak dan tenaga pendidik.

“Kita optimistis Bunda Guru dapat memberikan kontribusi bagi kemajuan pendidikan Aceh Singkil. Mari bergandengan tangan menyiapkan generasi yang unggul, berdaya saing, berakhlak mulia, dan siap membawa Aceh Singkil menuju masa depan yang lebih baik,” pungkas Profesor Dr. Sutan Nasomal.

Dengan demikian, harapan terhadap kemajuan pendidikan Aceh Singkil pada 2027 perlu diikuti langkah konkret, evaluasi berkala, dan kerja sama seluruh pihak agar peningkatan kualitas pendidikan tidak berhenti sebagai wacana, tetapi benar-benar menjadi upaya yang berkelanjutan.

REDAKSI


Advertisement

Pos terkait