BATAM | Go Indonesia.id _Komitmen membangun masyarakat yang cerdas dan berbudaya politik santun terus digaungkan di Kota Batam. Salah satunya melalui kegiatan Sosialisasi Pendidikan Politik yang diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Batam di Kampus Universitas Kepulauan Riau (UNRIKA), Rabu (24/6/2026).
Kegiatan yang mengusung tema βEtika dan Budaya Politik yang Santun: Mengikis Sinisme terhadap Politik dan Menanamkan Bahwa Politik adalah Alat untuk Kesejahteraan Bersamaβ tersebut dihadiri berbagai elemen masyarakat, mulai dari organisasi kemasyarakatan (ormas), paguyuban, mahasiswa, hingga tokoh masyarakat Kota Batam.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Satgas Pekerja Migran Indonesia (PMI) Bakhti Tuah Madani bersama jajaran Yayasan PMI Bakhti Tuah Madani. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pendidikan politik yang sehat, santun, dan berorientasi pada kepentingan rakyat.
Mewakili Kesbangpol Kota Batam hadir Riama Manurung, SH., MH., serta Kabid Politik Dalam Negeri Kesbangpol Kota Batam, Dra. Tuti Aryansti. Sementara itu, materi sosialisasi disampaikan oleh Dr. Alwan Hadiyanto, SH., MH., akademisi Universitas Riau Kepulauan, dan Priyo Handoyo, S.A.P., M.A., narasumber dari KPU Kepulauan Riau. Acara dipandu oleh Sri Widayanti selaku moderator.
Dari unsur Yayasan PMI Bakhti Tuah Madani hadir Eko Setyohadi selaku Humas Yayasan, Said Zulputra sebagai Koordinator Wilayah Pelabuhan, serta Zaenal Efendy dari unsur Satgas Yayasan. Hadir pula Soleh dari DPD Paguyuban Jowo Manunggal Batam yang mengikuti kegiatan bersama peserta lainnya.
Dalam pemaparannya, para narasumber menekankan bahwa politik tidak semestinya dipandang negatif. Politik merupakan sarana penting untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat dan mewujudkan kesejahteraan bersama. Karena itu, budaya politik yang santun, beretika, dan penuh tanggung jawab perlu terus ditanamkan kepada seluruh lapisan masyarakat.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari peserta, termasuk jajaran Satgas PMI Bakhti Tuah Madani. Menurut mereka, sosialisasi seperti ini sangat penting untuk meningkatkan literasi politik masyarakat sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, akademisi, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat dalam menjaga demokrasi yang sehat.
Melalui kegiatan tersebut diharapkan tumbuh kesadaran kolektif bahwa perbedaan pandangan politik tidak boleh menjadi pemecah persatuan, melainkan menjadi bagian dari proses demokrasi yang dewasa demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.
Reporter: Az
Editor: Go Indonesia







