Seleksi Ketat Calon Polisi: Polda Papua Barat Umumkan Kelulusan Rikkes Tahap I Penerimaan Terpadu Polri 2025

IMG 20250531 WA0003

MANOKWARI | Go Indonesia.idย  _Di tengah suasana pagi yang hangat di Manokwari, gedung Arfak milik Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat tampak lebih ramai dari biasanya. Rabu, 28 Mei 2025, menjadi hari yang dinanti oleh ratusan peserta seleksi penerimaan terpadu calon anggota Polri Tahun Anggaran 2025. Di gedung itulah, Kapolda Papua Barat, Inspektur Jenderal Polisi Jhonny Edison Isir, S.I.K., M.T.C.P., memimpin langsung Sidang Terbuka Penentuan Kelulusan Pemeriksaan Kesehatan Tahap I atau Rikkes I menuju tahap berikutnya.

Sidang ini merupakan salah satu tahap penting dalam proses seleksi terpadu yang mencakup jalur Taruna Akademi Kepolisian (Akpol), Bintara, dan Tamtama. Polda Papua Barat menerapkan prinsip seleksi yang disebut BETAH โ€” bersih, transparan, akuntabel, dan humanis โ€” demi menjaring calon anggota Polri yang tidak hanya cakap secara fisik, tetapi juga berintegritas tinggi.

Bacaan Lainnya

Advertisement

Dari total 1.456 peserta yang telah menjalani berbagai tahapan awal, hanya 177 peserta yang dinyatakan memenuhi syarat untuk melanjutkan ke pemeriksaan kesehatan tahap II. Mereka terdiri atas 5 calon Taruna Akpol, 15 calon Tamtama, 7 dari jalur Bakomsus, 2 calon Bintara Polair, 17 calon Bintara Brimob, dan 131 calon Bintara Polisi Tugas Umum (PTU).

โ€œHari ini bukan hanya momen pengumuman kelulusan, tetapi juga cerminan dari bagaimana Polri membangun integritas sejak proses rekrutmen,โ€ ujar Kapolda Jhonny Isir dalam sambutannya. Ia menyampaikan bahwa proses seleksi ini bukan sekadar mencari orang yang kuat dan cerdas, tapi juga mereka yang memiliki mental pengabdian.

Irjen Isir juga menekankan pentingnya semangat juang dan ketulusan dalam mengikuti seluruh rangkaian seleksi. โ€œKami ingin memastikan bahwa mereka yang lolos adalah yang terbaik dari yang terbaik. Bukan karena keberuntungan atau kedekatan, tapi karena kualitas dan nilai,โ€ tegasnya.

Suasana dalam ruang sidang terasa penuh harapan. Para peserta duduk dengan tegang menantikan hasil, didampingi oleh panitia seleksi serta pengawas internal dan eksternal, termasuk perwakilan dari Lembaga Swadaya Masyarakat dan instansi pendidikan. Kehadiran pengawas ini, menurut Kapolda, menjadi bentuk komitmen Polri terhadap prinsip transparansi dalam proses seleksi.

โ€œSemua tahapan diawasi ketat. Tidak ada ruang untuk praktik curang atau manipulatif,โ€ ujar salah satu pengawas eksternal dari Ombudsman RI wilayah Papua Barat yang enggan disebut namanya.

Orang tua dan kerabat peserta yang menanti di luar gedung Arfak juga turut merasakan ketegangan. Beberapa dari mereka tampak menahan napas ketika nama anak mereka diumumkan. Tangis haru pecah dari seorang ibu saat putranya yang mengikuti seleksi Bintara PTU dipanggil sebagai salah satu peserta yang lolos. โ€œIni mimpi kami. Anakku ingin jadi polisi sejak kecil,โ€ katanya sambil menyeka air mata.

Di akhir acara, Kapolda menyampaikan pesan kepada seluruh peserta, baik yang lulus maupun belum berhasil. Ia mengingatkan bahwa proses ini bukan akhir dari segalanya. โ€œBagi yang belum berhasil, ini bukan kegagalan. Ini adalah kesempatan untuk belajar dan mencoba lagi di tahun berikutnya. Bagi yang lulus, ini adalah awal dari perjalanan panjang sebagai pelayan masyarakat,โ€ tutupnya.

Sidang kelulusan ini menjadi cerminan dari upaya serius Polri, khususnya Polda Papua Barat, dalam membangun institusi yang profesional dan dipercaya publik sejak dari hulunya โ€” rekrutmen.

Reporter : Iskandar


Advertisement

Pos terkait