Silaturahmi Organisasi Melayu Kepulauan Riau dengan Tema “Jum’at Bertanjak”*

IMG 20251129 WA0044

PULAU PENYENGAT | Go Indonesia.id_ Gabungan beberapa Organisasi Melayu Kepulauan Riau menyelenggarakan kegiatan silaturahmi bertajuk “Jum’at Bertanjak” yang berlangsung di Pulau Penyengat, pusat sejarah dan peradaban Melayu yang dikenal sebagai salah satu ikon budaya di Indonesia. (28/11/25)

Kegiatan ini dihadiri oleh Beberapa ketua Organisani Melayu yang ada di Kepulauan riau, sesepuh, pemuda, serta masyarakat Melayu yang mengenakan pakaian tradisional lengkap dengan tanjak sebagai simbol marwah dan jati diri kemelayuan.

Bacaan Lainnya

Advertisement

Advertisement

Acara ini diikuti oleh beberapa Organisasi Melayu Kepulauan Riau Antara lain,GERAM KEPRI, HULU BALANG GERAM KEPRI, TEMBUNI MELAYU, ALAMAK, KODAM KEPRI, AAMUK, GAM NR, PPPP dan SAUDAGAR TANJAK.

Acara dipusatkan di Pulau Penyengat sebagai kawasan bersejarah, lanjut menuju makam pahlawan nasional Raja Haji Fisabilillah, pahlawan perjuangan yang gugur pada tahun 1784 dalam melawan penjajahan. Kehadiran para peserta di lokasi ini menjadi bentuk penghormatan sekaligus pengingat akan nilai-nilai keberanian, kehormatan, dan perjuangan yang diwariskan oleh leluhur Melayu.

Ketua penyelenggara,ARYANDI. S.E, Selaku Ketua GERAM KEPRI (Generasi Anak Melayu Kepulauan Riau)” menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya dirancang sebagai forum silaturahmi, tetapi juga sebagai gerakan kebudayaan untuk menumbuhkan kembali kecintaan masyarakat terhadap warisan Melayu.
“Melalui Jum’at Bertanjak, kami ingin mengajak seluruh masyarakat Melayu, terutama generasi muda, untuk kembali mengenal, mencintai, dan bangga terhadap identitas budaya kita. Tanjak bukan sekadar penutup kepala, melainkan simbol harga diri, martabat, dan persatuan Melayu,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa memilih Pulau Penyengat sebagai lokasi kegiatan merupakan bentuk penghormatan terhadap sejarah dan peradaban Melayu.
“Pulau Penyengat adalah permata budaya kita.
Dengan berkumpul di sini, kita tidak hanya bersilaturahmi tetapi juga menyambung ingatan kolektif tentang siapa kita dan dari mana kita berasal,” tambahnya.

Kegiatan “Jum’at Bertanjak” diisi dengan sesi foto bersama, ziarah, doa, serta diskusi santai mengenai sejarah dan relevansi nilai-nilai perjuangan, dan tetap menjaga budaya melayu dalam kehidupan masyarakat modern. Para peserta berharap kegiatan ini dapat diselenggarakan secara rutin dan menjadi gerakan budaya yang lebih luas di seluruh Kepulauan Riau.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan semangat persatuan, kekompakan, serta kecintaan terhadap budaya Melayu terus tumbuh, diwariskan kepada generasi yang akan datang dan dikenal baik skala Nasional maupun Internasional.

Reporter : Edy


Advertisement

Pos terkait