TPNPB Klaim Serang Aparat di Tolikara, Warga Sipil Diminta Tinggalkan Wilayah Operasi

IMG 20260820 WA0424

TOLIKARA | Go Indonesia.Id _Situasi keamanan di Kabupaten Tolikara kembali menjadi perhatian setelah Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB-OPM mengeluarkan siaran pers yang mengklaim telah melakukan serangan terhadap sejumlah aparat dan agen intelijen militer Indonesia di kawasan Kali Umage, Distrik Kuari Umageyime, Kabupaten Tolikara.
Dalam siaran pers kedua yang dikeluarkan pada Kamis, 20 Agustus 2026.

 

Bacaan Lainnya

Advertisement

TPNPB menyebut serangan tersebut dilakukan oleh pasukan yang disebut berada di bawah Kodap XXVII Yambi.

Kelompok tersebut mengklaim terjadi korban jiwa dan luka-luka serta kerusakan pada sejumlah kendaraan dalam insiden tersebut.

Namun, hingga berita ini ditulis, klaim mengenai jumlah korban, identitas korban maupun tingkat kerusakan belum dapat diverifikasi secara independen.

Menurut pernyataan yang disampaikan juru bicara TPNPB, Sebby Sambom, laporan tersebut diterima dari Mayor Botak Wanimbo yang disebut berada di lapangan. TPNPB juga menyatakan bertanggung jawab atas serangan yang mereka klaim terjadi pada hari yang sama.

Minta Warga Hentikan Aktivitas
Dalam pernyataannya, TPNPB meminta warga pendatang, aparatur sipil negara, anggota legislatif, guru, tenaga kesehatan serta pekerja lainnya menghentikan aktivitas di sejumlah wilayah yang mereka sebut sebagai area operasi TPNPB.

Kelompok tersebut secara khusus menyebut kawasan dari Kububelela hingga Yigonikme. Mereka juga meminta aktivitas kendaraan, termasuk mobil dan sepeda motor, serta penerbangan di wilayah yang mereka klaim sebagai zona operasi dihentikan.

TPNPB menyatakan imbauan tersebut berkaitan dengan perintah operasi yang menurut mereka dikeluarkan pimpinan kelompok tersebut.

Pernyataan serupa mengenai Tolikara sebagai wilayah operasi TPNPB sebelumnya juga pernah diberitakan pada Maret 2026. Saat itu, TPNPB menyampaikan sejumlah larangan dan ancaman terhadap pihak-pihak yang dianggap membantu aparat pemerintah Indonesia.

Ancaman terhadap Pekerja dan Warga Sipil
Bagian paling serius dalam siaran pers tersebut adalah ancaman terhadap pihak-pihak yang menurut TPNPB membantu aktivitas pemerintah Indonesia di Tanah Papua.

TPNPB menyebut tenaga kesehatan, guru, pengemudi ojek, sopir, pekerja pembangunan jalan, jembatan, perumahan serta pihak lain yang dianggap membantu pemerintah berpotensi menjadi sasaran.
Kelompok tersebut juga meminta warga pendatang meninggalkan wilayah yang mereka klaim sebagai area operasi.

Pernyataan itu menimbulkan kekhawatiran karena menyangkut keselamatan masyarakat sipil yang bekerja dan beraktivitas di wilayah konflik.

Dalam perspektif keselamatan warga, ancaman terhadap tenaga kesehatan, guru, pekerja transportasi maupun masyarakat sipil merupakan persoalan serius yang membutuhkan perhatian aparat keamanan dan pemerintah daerah.

Pemerintah Diminta Pastikan Keselamatan Warga
Di tengah klaim tersebut, pemerintah dan aparat keamanan diharapkan memberikan informasi resmi mengenai situasi terkini di lokasi kejadian, termasuk memastikan apakah benar terjadi kontak senjata, jumlah korban, kondisi masyarakat serta keamanan jalur transportasi dan fasilitas pelayanan publik.

Klarifikasi dari pihak TNI dan Polri juga diperlukan agar masyarakat memperoleh informasi yang akurat dan tidak hanya bergantung pada pernyataan salah satu pihak yang terlibat dalam konflik.

Sementara itu, TPNPB melalui siaran persnya kembali menegaskan bahwa kelompok tersebut menganggap pembangunan dan aktivitas pemerintahan Indonesia di wilayah yang mereka klaim sebagai wilayah operasi sebagai bagian dari konflik politik dan bersenjata.

Hingga berita ini diterbitkan, klaim TPNPB mengenai korban jiwa dan luka-luka dalam insiden di Kali Umage tersebut masih menunggu konfirmasi dari pihak berwenang maupun sumber independen di lapangan.

Situasi ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keselamatan warga sipil harus menjadi prioritas utama di tengah konflik bersenjata di Papua. Pemerintah, aparat keamanan dan seluruh pihak yang terlibat diharapkan mengedepankan perlindungan masyarakat serta mencegah jatuhnya korban sipil lebih lanjut.

 

Sumber info Juru bicara TPNPB -OPM sebby sambom
Agustinus Selegani / Jurnalis Go Indonesia

 


Advertisement