BATAM | Go Indonesia.id _Di Tengah derasnya arus informasi digital yang begitu cepat menyebar melalui media sosial, pejuang Kampung Tua Batam, Udin Pelor, kembali menyerukan pesan damai kepada masyarakat.
Kali ini, ia mengajak seluruh warga untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial demi menjaga persatuan dan merawat kebhinekaan yang selama puluhan tahun menjadi kekuatan Kota Batam.(6/6/26)
Menurut Udin Pelor, setiap unggahan, komentar, maupun informasi yang dibagikan di media sosial memiliki dampak nyata terhadap kehidupan sosial masyarakat.
“Jangan sampai hanya karena sekali pencet tombol share, berita hoaks bisa memecah belah persaudaraan, hubungan bertetangga, bahkan kekeluargaan. Komentar yang kasar juga bisa melukai hati orang lain. Batam ini rumah kita bersama, tempat hidup berdampingan masyarakat Melayu, Jawa, Batak, Tionghoa, Bugis, Flores, Buton, dan berbagai suku lainnya. Kalau ketentraman dijaga, kampung kita juga akan tetap aman dan harmonis,” ujar Udin Pelor.
Dalam pesannya, Udin membagikan tiga kunci bijak bermedia sosial yang menurutnya penting diterapkan masyarakat, khususnya generasi muda Kampung Tua.
Pertama, periksa kebenaran informasi sebelum membagikannya. Masyarakat diminta memastikan sumber informasi dapat dipertanggungjawabkan. Jika informasi berasal dari akun yang tidak jelas, sebaiknya melakukan konfirmasi terlebih dahulu kepada pihak terkait, tokoh masyarakat, maupun pengurus RT dan RW setempat.
Kedua, menjaga adab dan kesantunan dalam berkomentar. Menurutnya, perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi, namun harus disampaikan dengan bahasa yang santun dan tidak menyinggung pihak lain.
“Orang tua dulu selalu mengingatkan bahwa mulutmu adalah harimaumu. Di media sosial pun demikian. Gunakan kata-kata yang baik dan jangan sampai salah dalam berbahasa,” pesannya.
Ketiga, menjadikan media sosial sebagai sarana mempererat silaturahmi dan menyebarkan hal-hal positif. Udin mengajak masyarakat untuk lebih banyak membagikan kegiatan gotong royong, pengajian, pelestarian adat, dan berbagai aktivitas positif lainnya.
“Biarkan yang muncul di beranda media sosial adalah hal-hal yang membangun, bukan ujaran kebencian yang menimbulkan pro dan kontra di tengah masyarakat. Lebih baik menjadi bagian dari solusi dengan tindakan nyata dan perbuatan baik,” tegasnya.
Di akhir pesannya, Udin Pelor berharap masyarakat Batam dapat terus menjaga harmoni antara kehidupan sosial dan perkembangan teknologi digital. Menurutnya, media sosial harus menjadi sarana yang mendukung kemajuan bersama, bukan sumber perpecahan.
“Mari kita bersama-sama memperhatikan apa yang telah dan akan kita lakukan untuk kepentingan masyarakat. Dengan begitu, hubungan antarmanusia dan media sosial dapat berjalan selaras demi kemajuan bersama. Ini kampung kita, ini rumah kita bersama,” pungkasnya.
Reporter: Edy





