Udin Pelor: LAM Kepri Batam Gelar Musyawarah, Bahas Isu Viral yang Menyinggung Marwah Melayu

IMG 20260601 WA0544

BATAM | Go Indonesia.id – Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepulauan Riau Kota Batam menggelar rapat musyawarah bersama sejumlah tokoh Melayu untuk membahas isu yang tengah menjadi perhatian masyarakat, yakni terkait penjualan babi serta dugaan penghinaan terhadap suku Melayu yang belakangan viral di media sosial, Senin (1/6/2026).

Pertemuan tersebut dihadiri para pengurus LAM, tokoh masyarakat, tokoh adat, pemuda Melayu, serta sejumlah undangan lainnya. Tokoh muda Melayu Batam, Udin Pelor, turut hadir dalam rapat yang berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan mengedepankan prinsip musyawarah.

Bacaan Lainnya

Advertisement

Dalam pembahasan tersebut, para peserta rapat menyoroti pentingnya menjaga marwah adat Melayu sekaligus memastikan setiap persoalan disikapi melalui jalur hukum, dialog, dan pendekatan yang bijaksana agar tidak memicu perpecahan di tengah masyarakat yang majemuk.

Udin Pelor menyampaikan bahwa masyarakat Melayu memiliki tradisi musyawarah yang kuat dalam menyelesaikan berbagai persoalan.

“Kita harus menyikapi setiap persoalan dengan kepala dingin. Jangan sampai isu yang berkembang di media sosial justru memecah persatuan masyarakat Batam yang selama ini hidup rukun dalam keberagaman. Jika ada dugaan pelanggaran hukum maupun tindakan yang dianggap menghina suku atau budaya tertentu, serahkan kepada pihak yang berwenang untuk menindaklanjutinya,” ujar Udin Pelor.

Menurutnya, Batam merupakan kota yang dibangun oleh berbagai suku, agama, dan golongan sehingga seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab menjaga suasana yang aman dan kondusif.

Hasil musyawarah juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

Para tokoh yang hadir sepakat untuk terus menjaga persatuan, menghormati nilai-nilai adat Melayu sebagai tuan rumah di Negeri Kepulauan Riau, serta mendukung penegakan hukum yang adil terhadap setiap pihak yang terbukti melakukan pelanggaran.

Musyawarah ditutup dengan seruan bersama agar masyarakat tetap menjaga kerukunan, memperkuat silaturahmi antar etnis, dan menjadikan dialog sebagai jalan utama dalam menyelesaikan setiap perbedaan yang muncul di tengah kehidupan bermasyarakat.

Editor: GoIndonesia


Advertisement

Pos terkait