HALUT | Go Indonesia .id- Akibat dari sejumlah persoalan di Puskesmas Dama, Pemuda Pemudi bersama warga Desa Dama dan Desa Salube Kecamatan Loloda Kepulauan, Kabupaten Halmahera Utara menggelar unjuk rasa, menuntut kepada Bupati dan Kadis Kesehatan turunkan Kapus dan KTU Puskesmas Dama pada, Senin (06/06/2026).
Aksi yang di gelar pada siang sekitar pukul 11.00 Wit, yang bertempat di Puskesmas Dama ini sebagai bentuk keresahan dan respon atas inkosistensi pelayanan yang merugikan banyak pihak.
Berdasarkan data yang dirilis koordinator aksi, Sahril Hi Abdullah, bahwa sistem operasional manajemen Puskesmas Dama telah memakan banyak korban warga lokep,
Sejumlah persoalan yang paparkan Sahril diantaranya, kekosongan obat-obatan, minimnya ala-alat kesehatan (Alkes), kurangnya tenaga kesehatan (Nakes), pembatasan jam pelayanan yang hanya dibuka siang hari, hingga pemberhentian beberapa tenaga medis.
“Sahril mengatakan, urgensi persoalan ini dikarenakan, minimnya kehadiran kepala Puskesmas yang lebih sering diluar Lokep, sehingga berbagai macam masalah yang muncul tak bisa dikontrolnya,”
” Bahkan, Sahril menilai, Kepala Puskesmas saat ini sepertinya tidak serius untuk menjalankan tugasnya di Puskesmas Dama. Sehingga berbagai persoalan di Puskesmas Dama terkesan tak ada perhatian dari Kapus tersebut.”
Selain itu, Sahril menambahkan, sifat acuh Kapus telah memberikan efek fatal bagi pasien warga loloda kepulauan yang tidak mendapatkan hak pelayanan yang layak,
Yaitu, beberapa pasian tidak mendapatkan layanan perawatan, obat-obatan, bahkan surat rujukan pun tak dibuat dan keluarkan kepada setiap pasian yang harus ke RSUD dan lain-lain.
Dari deretan persoalan yang ada, Sahril dan masa aksi melayangkan beberapa tuntutan diantaranya :
1. Meminta Bupati Halmahera Utara, Dr. Piet Hein Babua, Segera Copot Kepala Puskesmas Dama, Ferdinan Hehega, dan Kepala Tata Usaha (KTU), Yoinli S. Laguhi.
2. Segera Tingkatan Kualitas dan Mutu Pelayanan Dalam Satu Kali Dua Puluh Empa (1×24) Jam.
3. Rekrut dan Pekerjakan Tenaga Medis Asli Lokep Yang Sesuai dengan Bidangnya.
4. Pemda Lewat Dinkes Segera Mendistribusikan Obat-obatan di Puskesmas Dama, Sesuai Prosedur yang Tersedia.
5. Segara Pengadaan Alal-alat Kesehatan (Alkes) di Puskesmas Dama secepat mungkin.
Kepala Puskesmas Dama, Ferdinan Hehega, saat dikonfirmasi langsung wartawan di Puskesmas Dama, meminta izin belum melayani wawancara karena masi melakukan rapat internal bersama jajarannya.
Reporter (Ode).

