TANJAB | Go Indonesia.id – Di tengah pentingnya pasokan listrik sebagai urat nadi kehidupan masyarakat, kondisi jaringan kelistrikan di sejumlah wilayah pedesaan Kabupaten Tanjung Jabung Barat justru memunculkan tanda tanya besar.
Sepanjang jalur Desa Lumahan, Kecamatan Senyerang hingga Desa Kelagian, Kecamatan Tebing Tinggi, warga menemukan banyak tiang listrik yang miring dan kabel jaringan yang menjuntai rendah tanpa penanganan yang dinilai memadai.(7/6/26).
Temuan ini bukan sekadar persoalan teknis biasa. Bagi masyarakat setempat, kondisi tersebut telah berkembang menjadi ancaman keselamatan publik yang berpotensi menimbulkan risiko serius apabila tidak segera ditangani.
Hasil penelusuran di lapangan menunjukkan sejumlah tiang listrik mengalami kemiringan yang cukup mencolok.
Beberapa di antaranya terlihat tidak lagi berada pada posisi ideal sebagai penyangga jaringan distribusi tenaga listrik.
Pada titik-titik tertentu, kabel juga tampak menggantung rendah dan berada dekat dengan area aktivitas masyarakat.
Yang menjadi sorotan, kondisi tersebut disebut warga telah berlangsung bertahun-tahun.
“Kami melihatnya bukan baru kemarin atau beberapa bulan terakhir. Sudah lama seperti ini. Yang kami khawatirkan, jangan sampai ada korban dulu baru dilakukan perbaikan,” ujar Hasan, warga setempat saat ditemui tim media.
Pernyataan warga tersebut memunculkan pertanyaan mendasar mengenai efektivitas inspeksi dan pemeliharaan jaringan listrik di wilayah pedesaan.
Jika kondisi yang dianggap berpotensi membahayakan ini telah berlangsung lama, bagaimana mekanisme pengawasan dilakukan selama ini?
Selain kemiringan tiang dan kabel yang menjuntai, tim media juga menemukan banyak vegetasi yang tumbuh di sekitar jalur jaringan listrik. Pohon kelapa sawit, akasia hingga eukaliptus tampak berada dalam jarak yang relatif dekat dengan kabel distribusi.
Dalam kondisi cuaca normal, keberadaan pohon-pohon tersebut mungkin tidak terlihat sebagai ancaman.
Namun saat hujan deras disertai angin kencang, risiko gangguan jaringan hingga kecelakaan kelistrikan menjadi perhatian serius masyarakat.
Sejumlah warga mengaku sering merasa waswas setiap kali cuaca ekstrem melanda wilayah mereka. Kekhawatiran itu bukan tanpa alasan.
Di berbagai daerah di Indonesia, insiden pohon tumbang yang mengenai jaringan listrik kerap menyebabkan pemadaman hingga kecelakaan yang membahayakan warga.
Masyarakat menilai pemeliharaan koridor jaringan listrik seharusnya menjadi bagian penting dari upaya pencegahan risiko tersebut.
“Kami hanya ingin ada pemeriksaan menyeluruh. Kalau memang masih aman, sampaikan kepada masyarakat. Kalau perlu diperbaiki, segera lakukan sebelum terjadi sesuatu yang tidak diinginkan,” kata Hasan.
Kondisi ini juga memunculkan pertanyaan mengenai sejauh mana evaluasi teknis dilakukan terhadap infrastruktur kelistrikan yang telah beroperasi selama bertahun-tahun di wilayah pedesaan.
Sebab, selain berfungsi sebagai sarana distribusi energi, jaringan listrik merupakan infrastruktur publik yang berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat.
Sejumlah tokoh masyarakat menilai langkah pencegahan harus menjadi prioritas utama. Mereka berharap tidak ada pembiaran terhadap kondisi yang berpotensi menimbulkan risiko keselamatan.
Menurut mereka, sinergi antara penyelenggara layanan ketenagalistrikan, pemerintah daerah, serta instansi teknis terkait sangat diperlukan untuk memastikan seluruh jaringan berada dalam kondisi laik operasi dan memenuhi standar keselamatan.
Masyarakat juga mengingatkan pentingnya penerapan standar ruang bebas jaringan listrik sebagaimana diatur dalam regulasi teknis ketenagalistrikan.
Inventarisasi terhadap tiang yang mengalami kemiringan, kabel yang menjuntai rendah, maupun vegetasi yang mendekati jaringan dinilai perlu segera dilakukan sebagai langkah awal mitigasi risiko.
Hingga laporan ini diterbitkan, warga mengaku masih menunggu adanya inspeksi lapangan yang komprehensif dan langkah perbaikan yang terukur dari pihak terkait.
Bagi masyarakat di sepanjang jalur Desa Lumahan hingga Desa Kelagian, harapannya sederhana namun mendasar: keselamatan publik harus menjadi prioritas, dan pembenahan infrastruktur tidak seharusnya menunggu terjadinya insiden.
Catatan Redaksi: Berita ini disusun berdasarkan temuan lapangan dan keterangan warga.
Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari pihak PLN maupun instansi terkait guna menghadirkan informasi yang berimbang kepada publik.
Jurnalis: Apriandi
Editor: Redaksi






