Menteri Ekraf Tegaskan Cek Kesehatan Gratis Fondasi SDM Sehat dan Produktif Menuju Indonesia Emas 2045

1af

JAKARTA | Go Indonesia.idβ€” Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengapresiasi kolaborasi komunitas yang mendukung salah satu program pemerintah yaitu Cek Kesehatan Gratis (CKG). Upaya ini menunjukkan semangat kebersamaan untuk menyukseskan program pemerintah untuk masyarakat.

Apresiasi itu disampaikan Menteri Ekraf Teuku Riefky saat menghadiri kegiatan Satu Tahun Pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Gojek Ops Office, Kemang, Jakarta Selatan sebagai kolaborasi komunitas mitra Gojek dan puskesmas. Program ini menegaskan komitmen pemerintah menghadirkan layanan kesehatan yang mudah, gratis, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat melalui tagline β€˜Cek Sekarang, Sehat Lebih Lama’.

Bacaan Lainnya

Advertisement

β€œCek kesehatan ini perlu dilakukan minimal setahun sekali oleh semua orang, termasuk yang merasa sehat, terutama bagi pekerja yang membutuhkan fisik prima seperti nelayan dan pengemudi ojek online yang setiap hari menempuh puluhan bahkan ratusan kilometer. Dengan deteksi dini, kita bisa tetap produktif dan menjaga keluarga yang bergantung pada kita,” ujar Menteri Ekraf Teuku Riefky di lokasi pada Rabu, 11 Februari 2026.

Menurutnya, CKG merupakan wujud pelaksanaan amanat Undang-Undang Dasar 1945 bahwa setiap warga negara berhak memperoleh pelayanan kesehatan, sekaligus bukti kehadiran negara agar tidak ada warga yang tertinggal (no one left behind). Sejak diluncurkan pada 10 Februari 2025, sebanyak 70 juta masyarakat telah memanfaatkan layanan ini dan pada 2026, pemerintah menargetkan 136 juta peserta sebagai bagian dari perluasan cakupan nasional.

Menteri Ekraf Teuku Riefky juga menegaskan CKG kini semakin mudah diakses. Pemeriksaan dapat dilakukan kapan saja tanpa menunggu tanggal ulang tahun, cukup membawa KTP atau melalui sistem Satu Sehat. Pendekatan jemput bola diterapkan dengan menghadirkan layanan tidak hanya di puskesmas, tetapi juga di sekolah, pesantren, tempat kerja, komunitas, hingga lingkungan permukiman.

Program ini tidak berhenti pada skrining. Peserta dengan hasil kategori kuning langsung mendapatkan obat gratis selama 15 hari untuk penyakit dasar seperti hipertensi, diabetes, dan obesitas. Sementara kategori merah ditindaklanjuti melalui fasilitas BPJS untuk penanganan lanjutan.

Staf Ahli Bidang Hukum Kesehatan Kementerian Kesehatan Indah Febrianti menambahkan bahwa pada tahun kedua pelaksanaannya, CKG menghadirkan inovasi berupa perluasan cakupan berbasis pemetaan kebutuhan daerah serta penguatan skrining kesehatan jiwa di sekolah-sekolah guna mendeteksi kondisi psikologis sejak dini dan memastikan tindak lanjut yang tepat.

β€œKami ingin memastikan layanan ini tidak hanya menjangkau lebih luas, tetapi juga semakin komprehensif dan tepat sasaran melalui penguatan kualitas skrining dan sistem rujukan,” ujar Indah.

Perwakilan mitra Gojek, Yohana, menyampaikan apresiasi atas program tersebut yang membantu pengemudi mengetahui kondisi kesehatan tanpa mengganggu jam kerja.

β€œDengan adanya pemeriksaan ini, kami jadi tahu kondisi badan kami seperti apa. Harapannya program ini terus berlanjut agar mitra driver semakin sadar pentingnya menjaga kesehatan,” ungkapnya.

Menutup kegiatan, Menteri Ekraf Teuku Riefky menekankan bahwa kesehatan merupakan fondasi kekuatan bangsa. Masyarakat yang sehat dapat terus bekerja, berkarya, dan menciptakan nilai tambah di berbagai sektor, termasuk ekonomi kreatif yang bertumpu pada kualitas sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Reporter : Zahra
Sumber : Kiagoos Irvan Faisal
Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif


Advertisement

Pos terkait