PASAMAN BARAT | Go Indonesia.id-Kondisi Sungai Batang Air Haji di Jorong Sungai Aur, Kabupaten Pasaman Barat, kian memprihatinkan. Air sungai yang dulunya jernih kehijauan, kini berubah menjadi keruh berwarna coklat susu.
Seorang warga setempat, Abdul (bukan nama sebenarnya), mengungkapkan kondisi tersebut telah berlangsung sekitar satu bulan terakhir. Ia menduga pencemaran disebabkan oleh aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di bagian hulu sungai.
“Sudah sebulan ini kondisi sungai semakin parah, bang. Hal itu disebabkan aktivitas PETI di hulu,” ujarnya kepada media, Selasa, 17 Maret 2026.
Abdul yang juga memiliki kebun sawit di wilayah hulu menyebutkan, terdapat sedikitnya enam unit alat berat jenis excavator yang diduga digunakan untuk aktivitas tambang ilegal tersebut.
Menurutnya, limbah dari proses pencucian emas langsung mengalir ke Sungai Batang Air Haji dan mencemari aliran air. Dampaknya, sungai tidak lagi layak digunakan untuk kebutuhan mandi, cuci, kakus (MCK), bahkan ekosistem di dalamnya ikut terdampak.
“Seperti kita lihat sekarang, air sungai tak layak digunakan lagi. Ikan-ikan juga sudah menghilang,” katanya.
Ia menambahkan, sungai tersebut dulunya dikenal sebagai kawasan “ikan larangan” yang dikelola masyarakat. Tradisi pembukaan ikan larangan yang biasanya dilakukan setahun sekali bahkan menjadi sumber pemasukan bagi warga setempat.
Namun, kondisi itu kini tinggal kenangan akibat rusaknya kualitas air sungai.
Abdul juga mengingatkan bahwa sebelumnya pernah dilakukan penertiban oleh aparat kepolisian dari Polda Sumatera Barat, di mana puluhan pelaku PETI sempat diamankan. Meski demikian, aktivitas tambang ilegal tersebut kembali beroperasi tak lama setelah razia dilakukan.
Mewakili masyarakat, ia berharap aparat penegak hukum, khususnya Kapolda Sumatera Barat, dapat kembali turun tangan melakukan penindakan tegas terhadap aktivitas PETI di wilayah tersebut.
“Kami minta tolong kepada Kapolda Sumbar agar kembali melakukan razia mendadak di lokasi ini,” harapnya.
Wartawan kemudian mencoba menghubungi Kapolda Sumbar, Irjen Pol Gatot Tri Suryanta, untuk konfirmasi lebih lanjut.
Selain itu, wartawan juga telah mengirimkan data koordinat serta rekaman audio visual kepada anggota DPR RI Andre Rosiade. Namun hingga berita ini dimuat, keduanya belum memberikan tanggapan.(*)
Reporter : Randi







