BANYUWANGI | Go Indonesia.idβ Kecamatan Kalipuro, yang terletak di ujung utara Kabupaten Banyuwangi, kini semakin menunjukkan taringnya dalam dunia pariwisata dan ekonomi kreatif.
Di bawah kepemimpinan visioner Camat Kalipuro periode 2026, Drs. Ahmad Nuril Falah, M.Si, wilayah ini melahirkan sebuah terobosan brilian yang memadukan keindahan seni, kekayaan alam, dan kearifan lokal dalam satu kemasan memukau.(29/4/26).
Nuril Falah, sapaan akrabnya, berhasil mengemas potensi unggulan Kalipuro ke dalam sebuah produk inovatif yang sangat artistik.
Berbeda dengan oleh-oleh biasa, kreasi terbarunya ini hadir dengan kemasan yang berbalut anyaman khas tangan, melambangkan kekayaan budaya dan ketrampilan masyarakat setempat yang luar biasa.
Seni Anyaman Memayungi Karya Lokal
“Inovasi ini bukan sekadar bingkisan, melainkan representasi jiwa Kalipuro.
Kami ingin menampilkan identitas daerah yang kuat, di mana seni anyaman yang menjadi budaya leluhur kami jadikan sebagai kemasan yang elegan dan bernilai tinggi,” ungkap Nuril dengan penuh bangga.
Di dalam kemasan estetik tersebut, tersusun rapi berbagai hasil karya terbaik masyarakat Kalipuro.
Mulai dari kopi pilihan dengan aroma khas pegunungan, aneka kue kering tradisional, hingga berbagai produk olahan lokal lainnya yang siap memanjakan lidah.
Semua ini dikemas secara ekonomis namun tetap terlihat mewah dan eksklusif, menjadikannya oleh-oleh tangan (souvenir) yang sangat representatif untuk dibawa pulang oleh para wisatawan yang berkunjung ke Banyuwangi.
Strategi Jitu: Mengangkat UMKM dan Memikat Wisatawan
Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata untuk mengembangkan sektor budaya dan pariwisata secara simultan.
Nuril ingin memastikan bahwa setiap wisatawan yang datang ke Banyuwangi, khususnya yang singgah di Kalipuro, memiliki kenangan manis yang bisa dibawa pulang.
“Kita ingin menciptakan ekosistem di mana pariwisata tumbuh, dan di saat yang sama ekonomi masyarakat juga ikut menggeliat. Produk ini menjadi jembatan emas bagi pelaku UMKM lokal untuk go public dan dikenal lebih luas,” tegasnya.
Dengan konsep yang kreatif dan harga yang bersahabat, produk ini diproyeksikan menjadi ikon baru oleh-oleh khas Banyuwangi yang tidak hanya diminati wisatawan domestik, tapi juga berpotensi menembus pasar yang lebih luas.
Kalipuro: Dari Ujung Bumi Menuju Panggung Prestasi
Di bawah komando Nuril Falah, Kalipuro kini tidak hanya dikenal sebagai gerbang wisata, tetapi juga sebagai kawasan yang produktif dan inovatif.
Paduan antara seni anyaman yang estetik dengan produk pangan berkualitas membuktikan bahwa potensi daerah bisa digali dan dikemas menjadi sesuatu yang luar biasa.
“Kalipuro siap menjadi pelopor. Kami membuktikan bahwa dengan kreativitas dan kerja keras, budaya bisa hidup, wisatawan bisa terkesan, dan ekonomi masyarakat bisa terus digerakkan.
Ini baru awalnya, masih banyak kejutan manis yang akan kami hadirkan untuk Banyuwangi,” pungkas Nuril penuh optimisme.
Siap-siap, Kalipuro kini semakin bersinar!
Reporter : Indah Razak







