Sosok Penuh Canda itu Kini Tinggal Kenangan, Warga Lumahan Gelar 1000 Hari Ngatiah Binti Sobikun

IMG 20260430 WA0082

TANJAB BARAT | Go Indonesia.Id – Warga Desa Lumahan, Kecamatan Senyerang, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, akan menggelar peringatan 1000 hari wafatnya almarhumah Ngatiah binti Sobikun pada Kamis malam Jumat, 30 April 2026.

Peringatan ini menjadi momen penting bagi keluarga dan masyarakat untuk kembali mengenang sosok almarhumah yang dikenal luas di lingkungan tempat tinggalnya.

Bacaan Lainnya

Advertisement

Almarhumah lahir di Desa Godongan, Kecamatan Geger, Kota Madiun pada 12 Agustus 1966.

Ia wafat pada 13 Mei 2024 di kediamannya di Parit Ilahi RT 08, Desa Lumahan, Kecamatan Senyerang, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi.

Kegiatan peringatan akan dilaksanakan di rumah almarhumah yang juga menjadi tempat wafatnya.

Acara tersebut direncanakan dihadiri oleh keluarga besar, kerabat dekat, serta masyarakat sekitar hingga ke desa tetangga.

Tradisi peringatan 1000 hari ini merupakan bagian dari budaya masyarakat setempat dalam mendoakan almarhum.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial antarwarga.

Ahli waris, Marjuni Jebles, menyampaikan bahwa keluarga menyambut baik kehadiran masyarakat dalam acara tersebut.

Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya bentuk penghormatan, tetapi juga bentuk kebersamaan.

β€œMelalui kegiatan ini, kami berharap doa yang dipanjatkan dapat menjadi amal jariyah bagi almarhumah,” ujarnya.
Semasa hidupnya, almarhumah dikenal sebagai pribadi yang ramah dan penuh canda.

Ia kerap menghibur keluarga maupun masyarakat dengan sikapnya yang hangat dan mudah bergaul.

Kepribadian tersebut membuat almarhumah dikenang baik tidak hanya di desa setempat, tetapi juga hingga ke desa tetangga.

Acara akan dimulai setelah salat Magrib dengan rangkaian pembacaan Surah Yasin, doa bersama, serta tausiah singkat.

Peringatan ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk mengenang kebaikan almarhumah sekaligus memperkuat nilai kebersamaan di tengah masyarakat.

Jurnalis: Apriandi


Advertisement

Pos terkait