Bang YD Tegaskan: Pemimpin Sejati Diuji Saat Rakyat Berduka

IMG 20260505 WA0048

GUNUNGSITOLI | Go Indonesia.id – Ketika banyak pemimpin memilih hadir di panggung seremonial, Bang Yusman Dawolo (Bang YD) justru memilih hadir di tempat yang paling sunyi: rumah duka.

Senin (4/5/2026), Bang YD melalui jajaran DPD Ormas Gerakan Peduli Kota Gunungsitoli mendatangi kediaman almarhumah Marniati Telaumbanua (Ina Uci) di Jalan Golkar, Fadoro Lasara, Dusun V, Kota Gunungsitoli.

Bacaan Lainnya

Advertisement

Kehadiran ini bukan agenda protokoler. Tidak ada panggung, tidak ada sorotan berlebih. Yang ada hanyalah empati, kepedulian, dan tindakan nyata.
Di tengah suasana haru, Bang YD tidak hanya menyampaikan belasungkawa, tetapi juga menghadirkan dukungan konkret melalui bantuan tali kasih, sebuah pesan kuat bahwa kepemimpinan sejati tidak berhenti pada kata-kata.

Langkah ini sekaligus mempertegas karakter Bang YD sebagai figur yang konsisten hadir di titik-titik krisis masyarakat: saat duka datang, saat rakyat sakit, ketika anak terancam putus sekolah, hingga saat warga kecil berjuang memenuhi kebutuhan hidup.

Di saat sebagian tokoh sibuk membangun citra, Bang YD justru membangun kepercayaan langsung di tengah rakyat.

Dewan Pakar Gerakan Peduli Kota Gunungsitoli, Ir. Armin Telaumbanua, dalam kesempatan tersebut menyampaikan pesan penguatan kepada keluarga agar tidak larut dalam kesedihan dan mampu menemukan harapan di balik duka.

Sementara itu, Sekretaris DPD, Famos Harefa, menegaskan bahwa kehadiran mereka adalah bentuk tanggung jawab moral, bukan sekadar kegiatan organisasi. Penyerahan bantuan oleh Bendahara Yustina Halawa menjadi simbol bahwa kepedulian harus diwujudkan dalam aksi, bukan retorika.

Bang YD sendiri menegaskan arah gerakan yang ia bangun:
“Gerakan ini adalah rumah bersama. Ketika rakyat sakit, kita hadir. Ketika rakyat berduka, kita tidak boleh absen. Perjuangan itu bukan soal bicara di luar, tetapi sejauh mana kita hadir dan memberi dampak nyata.”

Pernyataan ini menjadi garis tegas yang membedakan antara politik yang sekadar wacana dengan kepemimpinan yang berorientasi tindakan.
Bagi keluarga duka, kehadiran tersebut bukan hanya bantuan, tetapi penguat moral di tengah kehilangan.

“Kami sangat terharu. Kehadiran ini bukan hanya membantu, tetapi menguatkan kami. Ini bukti kepedulian yang tulus,” ungkap keluarga dengan penuh haru.

Di tengah realitas sosial yang sering dipenuhi janji, momen ini menjadi pengingat bahwa kepercayaan publik tidak dibangun dari kata-kata, melainkan dari konsistensi tindakan.

Apa yang dilakukan Bang YD hari ini melalui jajarannya mungkin sederhana, datang, mendengar, membantu.

Namun dalam lanskap kepemimpinan, justru di situlah letak pembeda: hadir saat rakyat benar-benar membutuhkan. Dan di titik itu, pemimpin yang peduli menemukan makna paling hakiki, melayani.

Reporter (Deni Zega)


Advertisement

Pos terkait