GUNUNGSITOLI | Go Indonesia.id — Kekecewaan masyarakat terhadap lambannya penanganan laporan kembali mencuat. Puluhan warga yang tergabung dalam organisasi FARPKeN bersama masyarakat dari Nias Utara, Nias Barat, dan Kota Gunungsitoli menggelar aksi damai di depan Kantor Kejaksaan Negeri Gunungsitoli, Kamis (30/04/2027).
Aksi yang dipimpin Helpin Zebua tersebut berlangsung tertib dan kondusif. Meski tanpa kericuhan, suara kekecewaan terdengar lantang dari para peserta aksi yang menilai sejumlah laporan yang telah diajukan sejak tahun sebelumnya belum menunjukkan kejelasan.
Dalam orasinya, massa mempertanyakan komitmen Kejari Gunungsitoli dalam menindaklanjuti laporan masyarakat. Mereka menilai proses yang berjalan terkesan lambat dan minim transparansi.
Perwakilan Kejari Gunungsitoli, Y. Hulu, yang menemui massa menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap laporan yang dimaksud.
> “Kami masih melakukan penyelidikan, dan hasilnya akan kami sampaikan kepada masyarakat,” ujarnya.
Namun, pernyataan tersebut belum mampu meredakan kegelisahan warga. Koordinator aksi, Helpin Zebua, menyoroti adanya perbedaan penanganan kasus yang dinilai menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat.
Ia menyinggung kasus di RSUD Pratama yang hingga kini disebut belum memiliki kejelasan terkait nilai kerugian negara maupun perkembangan hukumnya. Sementara di sisi lain, terdapat kasus lain yang disebut telah diketahui nilai kerugiannya namun penyelesaiannya dilakukan melalui pengembalian secara bertahap.
Situasi ini memunculkan berbagai persepsi di tengah masyarakat mengenai konsistensi penegakan hukum.
Sebagai bentuk protes, sebagian warga bahkan menyatakan akan mempertimbangkan untuk mencabut laporan yang telah mereka ajukan sebelumnya.
Aksi damai pun berakhir dengan tertib, namun meninggalkan catatan penting: harapan masyarakat akan transparansi dan kepastian hukum yang lebih jelas dari pihak penegak hukum di daerah tersebut.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi lanjutan dari pimpinan Kejari Gunungsitoli terkait tuntutan yang disampaikan dalam aksi tersebut.
Reporter (Deni Zega)
Kecewa Laporan Tak Kunjung Tuntas, Warga “Geruduk” Kejari Gunungsitoli






