TELUK BINTUNI | Go Indonesia.id __ Sebuah temuan jenazah di pinggiran Kali Tumagar, Kampung Wesiri, Distrik Bintuni Barat, menimbulkan sejumlah tanda tanya. Tubuh seorang petani berusia 78 tahun ditemukan dalam kondisi sudah sangat membusuk, namun laporan keberadaannya baru disampaikan ke kepolisian selang berhari-hari setelah pertama kali dilihat warga. Hingga kini, penyebab pasti kematiannya belum bisa dijelaskan.
Korban yang diketahui berinisial U atau akrab dipanggil Pade Man itu tinggal tidak jauh dari lokasi penemuan. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, jenazah sebenarnya sudah terlihat sejak Selasa dini hari, 5 Mei 2026, oleh sekelompok warga yang sedang berburu di kawasan hutan sekitar kali tersebut. Namun, informasi itu baru sampai ke meja kepolisian pada Sabtu malam, 9 Mei 2026, setelah keluarga melaporkan kehilangan dan penemuan jenazah tersebut secara resmi.
Segera setelah laporan diterima, tim penyidik melakukan pengecekan awal. Keesokan harinya, Minggu 10 Mei 2026, tim gabungan dari Polres Teluk Bintuni dan Polsek Bintuni bergerak turun ke lokasi. Dipimpin oleh sejumlah perwira, petugas melakukan pengolahan tempat kejadian perkara hingga proses evakuasi jenazah yang berlangsung aman dan kondusif hingga sore hari.
Dari hasil penelusuran di lapangan, jenazah ditemukan dalam posisi tengkurap dengan sebagian tubuh terendam air. Ia mengenakan kaos merah dan celana pendek bermotif hitam putih. Pakaiannya masih utuh, tidak ada sobekan atau tanda tarikan yang mengarah pada adanya kekerasan fisik. Di sekeliling lokasi, petugas juga tidak menemukan pohon tumbang, tali, atau benda apa pun yang bisa dikaitkan dengan dugaan kecelakaan maupun niat bunuh diri. Hal ini membuat asumsi awal soal penyebab kematian menjadi kabur.
Hasil pemeriksaan luar di RSUD Teluk Bintuni memperkirakan korban telah meninggal sekitar 15 hari sebelum ditemukan. Namun, karena tubuhnya sudah mengalami pembusukan menyeluruh, dokter belum bisa memastikan apakah ada tanda kekerasan yang tersembunyi di balik kondisi tubuh tersebut.
Pihak kepolisian menegaskan belum bisa menarik kesimpulan apakah kasus ini mengandung unsur pidana atau murni kematian alami. Penyidik masih mengumpulkan keterangan saksi, data dari keluarga, serta menunggu hasil pemeriksaan medis lengkap untuk membuka misteri di balik kematian warga Kampung Wesiri itu.
“Kami masih menelusuri segala kemungkinan dan mengumpulkan bukti pendukung. Jenazah sudah dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih mendalam guna mengetahui penyebab pasti kematiannya,” ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Teluk Bintuni, AKP Bobby Rahman.
Masyarakat diimbau tetap tenang. Pihak kepolisian berjanji akan menyampaikan perkembangan terbaru dari penyelidikan ini segera setelah ditemukan petunjuk yang lebih jelas.
Reporter: Iskandar

