Udin Pelor Bersuara Keras, Solidaritas Kampung Tua Batu Merah Lawan Dugaan Intimidasi Oligarki

IMG 20251029 WA0048

BATAM | Go Indonesia.id _Gelombang perlawanan warga Kampung Tua di Batam mulai membesar, dukungan dari berbagai elemen masyarakat terus mengalir kepada warga Kampung Tua Batu Merah yang disebut tengah menghadapi dugaan intimidasi dari perusahaan besar berkekuatan modal.

Tokoh muda Melayu Batam, Udin Pelor, tampil paling lantang menyuarakan kemarahan masyarakat.

Bacaan Lainnya

Advertisement

Dengan nada keras, ia mengecam segala bentuk tekanan terhadap warga yang telah lama menetap di kawasan Kampung Tua.

β€œJangan semena-mena dengan rakyat kecil. Jangan merasa karena punya uang lalu bisa mengatur nasib masyarakat seenaknya,” tegas Udin Pelor, Senin (11/5/26).

Menurutnya, keberadaan Kampung Tua bukan sekadar kawasan permukiman, melainkan jejak sejarah masyarakat Melayu Batam yang harus dihormati.

Ia menilai, jika benar ada upaya penekanan terhadap warga demi kepentingan bisnis, maka hal itu merupakan bentuk arogansi kekuasaan ekonomi yang tidak bisa dibiarkan.

β€œBatam ini bukan milik oligarki. Tanah ini juga milik rakyat, milik masyarakat yang sudah hidup turun-temurun di sana,” ujarnya dengan suara lantang.

Sorotan tajam kini mengarah pada dugaan praktik-praktik tekanan yang disebut dialami warga Batu Merah.

Sejumlah masyarakat meminta pemerintah daerah dan aparat penegak hukum segera turun tangan menyelidiki jika ada ancaman, tekanan psikologis, atau upaya penggusuran terselubung.

Warga menilai, pembangunan tidak boleh dijadikan alasan untuk menabrak hak hidup masyarakat lokal. Mereka menuntut transparansi, keadilan, dan penghormatan terhadap sejarah Kampung Tua yang selama ini menjadi identitas Batam.

Jika persoalan ini terus diabaikan, bukan tidak mungkin solidaritas warga Kampung Tua di berbagai titik Batam akan semakin besar dan berubah menjadi gerakan sosial yang sulit dibendung.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak perusahaan yang disebut-sebut dalam polemik tersebut.

Reporter: Az

 


Advertisement

Pos terkait