BANYUWANGI | Go Indonesia.Id β Infrastruktur plengsengan penahan bahu jalan yang berada di Dusun Paiton, RT 03 RW 03, Desa Parijatah Kulon, Kecamatan Srono, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, dilaporkan ambrol. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran warga karena plengsengan berfungsi sebagai penahan badan jalan sekaligus penyangga area persawahan di sekitarnya.
Berdasarkan pantauan awak media di lokasi, kerusakan plengsengan diperkirakan mencapai panjang sekitar 80 meter. Warga menduga kerusakan terjadi akibat kualitas konstruksi yang tidak optimal saat proses pembangunan.
βLoh, itu sudah lama rusak kok, Mas. Lihat saja plengsengannya ambrol dan hancur,β ujar seorang warga setempat berusia 42 tahun yang ditemui saat bekerja di sawah, Rabu (24/6/2026).
Menurut keterangan warga, plengsengan tersebut baru dibangun sekitar akhir tahun 2025. Namun meski usianya belum genap satu tahun, sebagian konstruksi sudah mengalami kerusakan cukup parah.
Warga menilai perlu adanya evaluasi terhadap mutu pekerjaan serta pengawasan dari pihak terkait. Mereka juga mempertanyakan minimnya informasi proyek di lokasi.
βKami bingung harus mengadu ke mana. Minimal ada papan atau batu informasi proyek yang menjelaskan siapa kontraktornya, tahun pelaksanaan, dan besaran anggarannya,β ungkap salah seorang warga.
Keluhan serupa disampaikan warga lainnya yang meminta identitasnya disamarkan dengan nama Supri. Ia menjelaskan bahwa kerusakan awalnya hanya berupa retakan kecil, namun karena tidak segera ditangani, kondisi plengsengan semakin parah hingga ambrol dan berdampak pada lahan pertanian warga.
βAwalnya rusaknya kecil, tapi karena tidak diperbaiki dan tidak ada komunikasi yang jelas, sekarang semakin parah. Ambrolnya sudah merusak sebagian tanaman padi milik warga. Padahal bangunan ini baru sekitar setahunan,β katanya.
Selain mengancam lahan persawahan, ambrolnya plengsengan juga dinilai membahayakan pengguna jalan. Pasalnya, jalan tersebut merupakan akses penting yang menghubungkan wilayah Dusun Paiton dengan kawasan sekitarnya.
Warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan teknis serta mengambil langkah perbaikan sebelum kerusakan meluas.
βHarapan kami segera diperbaiki. Kalau dibiarkan, badan jalan bisa semakin tergerus dan membahayakan petani maupun masyarakat yang melintas. Kami juga berharap ada pemeriksaan apakah pembangunan ini sudah sesuai spesifikasi teknis dan perencanaan yang ditetapkan,β ujar Supri.
Masyarakat juga meminta adanya transparansi dan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan proyek tersebut. Menurut mereka, apabila ditemukan ketidaksesuaian dalam pelaksanaan pekerjaan, maka perlu dilakukan tindak lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari dinas terkait maupun pihak pelaksana proyek mengenai penyebab ambrolnya plengsengan tersebut.
Reporter: Eko
Editor: Redaksi







