Anggas Tokoh Muda Buleleng Angkat Suara Soal Wacana Bandara: Ingatkan Pemerintah Hati-Hati Terbitkan Penlok

0 552 e1785554835972

BULELENG | Go Indonesia.id – Wacana pembangunan bandara di Kabupaten Buleleng kembali menjadi sorotan publik. Salah satu tokoh masyarakat Buleleng yang dikenal vokal dalam menyuarakan kebenaran, Angastia atau akrab disapa Anggas, angkat bicara dan mengungkap sejumlah fakta lama yang dinilainya perlu menjadi perhatian pemerintah.

Anggas menuturkan bahwa rencana pembangunan bandara di Buleleng sebenarnya sudah diwacanakan sejak tahun 2008. Saat itu, Pemerintah Kabupaten Buleleng bahkan sempat memenuhi undangan investor di Jerman dengan menggunakan anggaran sekitar Rp450 juta untuk mendanai keberangkatan bersama DPRD, meskipun APBD saat itu belum disahkan.(1/8/26)

Bacaan Lainnya

Advertisement

β€œArtinya sejak dulu Pemkab Buleleng sangat terbuka terhadap investor yang ingin membangun daerah. Namun faktanya, yang datang justru sebagian hanya makelar yang mengaku sebagai investor,” tegas Anggas.

Ia pun mengingatkan pemerintah pusat, khususnya Presiden, agar berhati-hati dalam mengeluarkan Penetapan Lokasi (Penlok) proyek bandara agar tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu untuk kepentingan kelompok maupun pribadi.

Anggas juga menyinggung munculnya klaim sejumlah pihak yang mengatasnamakan tokoh atau bahkan β€œraja” dalam mendorong proyek bandara. Ia mempertanyakan narasi tersebut dan menilai ada kemungkinan upaya penggiringan opini publik.

β€œMasak ada sesepuh atau raja menagih janji kepada Presiden. Apakah ini ada yang mendesain atas nama raja-raja? Saya tegaskan, yang nyata bekerja untuk Bali saat ini adalah Gubernur Wayan Koster,” ujarnya.

Menurutnya, Gubernur Bali lebih fokus pada pembangunan daerah, penguatan adat, serta pelestarian budaya Bali, bukan pada wacana bandara yang belum jelas realisasinya.

Anggas juga meminta para pihak yang mengaku memiliki investor untuk tidak memainkan psikologi masyarakat dengan janji-janji yang belum pasti.

β€œSudah cukup masyarakat dibuat bingung. Buleleng memang butuh infrastruktur, tapi bukan bandara yang berpotensi hanya menguntungkan kelompok tertentu,” katanya.

Ia menegaskan bahwa pembangunan di Buleleng harus benar-benar berorientasi pada kepentingan masyarakat luas, bukan sekadar proyek besar yang sarat kepentingan.

Kadek | Jurnalis Go Indonesia


Advertisement

Pos terkait