Bulfest 2026 Dibuka, Gubernur Koster Titip Pesan Penting untuk Warga dan Generasi Muda Buleleng

IMG 20260819 WA0172 scaled

BULELENG | Go Indonesia.Id _Buleleng Festival (Bulfest) 2026 resmi dibuka di kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja, Singaraja, Selasa (18/8/2026). Gubernur Bali Wayan Koster membuka festival bertema β€œUriping Rasa” yang berlangsung hingga 23 Agustus 2026 tersebut.

Dalam pembukaan Bulfest, Koster menyerahkan piagam penghargaan kepada tiga maestro tari Buleleng, yakni Ni Luh Sustiawati, Luh Herawati, dan Ni Luh Menek.

Bacaan Lainnya

Advertisement

Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi Pemerintah Kabupaten Buleleng atas dedikasi dan kontribusi ketiganya dalam melestarikan, mengembangkan, serta memperkaya seni tari tradisional Buleleng.

Koster mengapresiasi penyelenggaraan Bulfest yang dinilai menjadi ruang untuk memperkuat seni dan budaya Bali, khususnya karya seni dari Buleleng.

β€œSaya mengapresiasi program Bupati yang telah menyelenggarakan Bulfest untuk memajukan dan memperkuat seni budaya Bali, khususnya karya seni dari Kabupaten Buleleng,” kata Koster.

Menurut Koster, Bulfest tidak hanya menjadi panggung bagi seniman, tetapi juga memberikan ruang bagi kuliner, kerajinan, dan produk UMKM khas Buleleng. Sektor tersebut dinilai berperan dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan.

Dalam kesempatan itu, Koster turut memaparkan sejumlah agenda pembangunan strategis di Buleleng. Di antaranya kelanjutan pembangunan shortcut titik 9-10 hingga titik 12, pengembangan Pelabuhan Celukan Bawang, kawasan ekonomi di Kecamatan Gerokgak, serta pembangunan tahap kedua Turyapada Tower.

β€œKalau semuanya sudah selesai pada 2029, dari Denpasar ke Buleleng nanti bisa satu setengah jam,” ujarnya.

Koster berharap berbagai program pembangunan itu dapat dituntaskan sebelum masa jabatannya berakhir pada 2030. Ia juga mengajak masyarakat menjaga persatuan dan kondusivitas Bali.

Koster menekankan pelestarian budaya harus terus dilakukan, termasuk dengan mendorong regenerasi seniman di kalangan generasi muda.

β€œBudaya tidak akan pernah mati, karena budaya adalah jiwa kehidupan kita, napas masyarakat Bali. Jaga dengan konsisten dan serius sepanjang masa,” katanya.

Sementara itu, Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mengatakan Bulfest bukan sekadar perhelatan seni, melainkan ruang untuk menghidupkan identitas, kreativitas, dan rasa memiliki terhadap kebudayaan Buleleng.

Menurut Sutjidra, tema β€œUriping Rasa” mengajak masyarakat menjaga rasa hormat kepada leluhur, cinta terhadap tanah kelahiran, kepedulian kepada lingkungan dan sesama, serta tanggung jawab mewariskan nilai luhur kepada generasi berikutnya.

Selama enam hari, Bulfest 2026 menghadirkan kegiatan seni budaya, UMKM, kerajinan, kuliner, ekonomi kreatif, dan inovasi. Nuansa Singaraja tempo dulu turut dihadirkan untuk memperkuat identitas Buleleng.

β€œMarilah kita hidupkan rasa, hidupkan budaya, dan bersama membangun Buleleng yang semakin maju, berbudaya, dan berkarakter,” ujar Sutjidra.

Kadek/ Jurnalis Go Indonesia


Advertisement

Pos terkait